Suara.com - Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, 1 dari 3 balita di Indonesia memiliki risiko kekurangan zat besi. Apakah balita Anda adalah salah satunya?
Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Fungsi utamanya adalah membantu tubuh memproduksi sel darah merah untuk mengangkut atau mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
Dalam webinar yang diadakan Sarihusada beberapa waktu lalu, President of Indonesian Nutrition Association (INA), yang adalah seorang Dokter Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, menyebut bahwa kekurangan zat besi pada tahap awal seringkali tidak menimbulkan gejala, sehingga orangtua tidak menyadarinya.
Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dapat menyebabkan perkembangan otak terhambat, risiko diare dan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) meningkat, perkembangan motorik dan koordinasi terganggu, serta gangguan pola tidur pada anak.
"Kekurangan zat besi tidak langsung menyebabkan anemia. Itu sebabnya seringkali tidak disadari. Tapi, jika diperiksa di laboratorium, sel darah merah akan tampak kecil dan pucat," kata Dr. Luciana.
Dan jika kekurangan zat besi ini dibiarkan, menurut Dr. Luciana, dalam jangka panjang akan menyebabkan penurunan pada fungsi kognitif dan performa edukasi, imunitas, kapasitas kerja, serta keterbatasan aktivitas fisik.
Nah, untuk memastikan balita Anda tidak termasuk dalam 1 dari 3 balita yang kekurangan zat besi, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak. Ini dia:
1. Konsumsi makanan yang tinggi zat besi
Ada begitu banyak makanan yang secara alami mengandung zat besi, misalnya daging merah; hati ayam atau sapi; ikan tuna; kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kecang merah; sayuran hijau seperti bayam dan kangkung; tahu; telur; dan susu sapi.
Baca Juga: Anak Indonesia Kurang Zat Besi, Generasi Emas Bisa Jadi Cuma Mimpi
2. Cukupi kebutuhan vitamin C
Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), konsumsi vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari serealia dan sayuran sebanyak 2 kali lipat, sehingga lebih banyak zat besi yang dapat diserap oleh saluran cerna.
Hal ini juga ditegaskan oleh Dr. Luciana yang menyebut bahwa vitamin C membantu penyerapan zat besi menjadi lebih maksimal.
"Zat besi yang diserap tubuh bukan hanya sekadar zat besi saja. Zat besi yang diserap harus diubah dulu valensinya, dari zat besi Fe3+ menjadi Fe2+ agar bisa diserap tubuh. Nah, vitamin C membantu mengubah valensi zat besi sehingga menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh," jelasnya.
Jadi, selain memberi makanan yang tinggi zat besi, Anda juga harus pastikan memberi anak makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, limau, stroberi, brokoli, dan paprika.
3. Hindari minum teh saat makan
Beberapa senyawa dapat menghambat penyerapan zat besi, misalnya tanin yang terdapat pada teh, atau kafein pada kopi. Jadi, usahakan untuk tidak memberi anak minuman teh atau kopi di waktu makan, karena itu akan menghambat penyerapan zat besi yang ada di makanan.
4. Suplementasi zat besi
Selain dari makanan dan minuman, asupan zat besi juga bisa diberikan melalui suplementasi zat besi. Menurut Dr. Luciana, suplementasi zat besi bisa diberikan pada balita 2-5 tahun dengan dosis 1 mg/kg BB/hari sebanyak 2 kali seminggu, serta anak usia sekolah > 5-12 tahun dengan dosis 1 mg/kg BB/hari sebanyak 2 kali seminggu.
Tapi, pemberian suplemen ini sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter, ya.
Selain langkah-langkah di atas, Anda juga bisa mengandalkan makanan yang diperkaya dengan zat besi sekaligus vitamin C, guna memastikan kebutuhan zat besi anak tercukupi.
Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Itu sebabnya, melihat kondisi saat ini di mana anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi, Sarihusada melalui SGM Eksplor berinovasi dan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC.
IronC merupakan kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, sebuah inovasi terbaru yang dukung penyerapan optimal nutrisi penting agar balita Indonesia tumbuh maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang