Suara.com - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengeluarkan rekomendasi vaksinasi Covid-19 terbaru. Rekomendasi ini diibuat menyusul penanganan Covid-19 di dunia yang terus berkembang dan berubah.
"Bukti ilmiah yang terus berkembang terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada penyakit dan kondisi tertentu. Sudah dikeluarkan 4 kali rekomendasi PAPDI yang selalu disesuaikan dengan perkembangan keilmuan yang ada," terang kerangan PAPDI di surat rekomendasi yang diterima suara.com, Jumat (19/3/2021)
Salah satu perubahan itu adalah rekomendasi vaksinasi terhadap lansia berusia lebih dari 59 tahun.
Kini yang boleh menerima vaksin Covid-19 dengan mempertimbangan kerapuhan atau tua renta, tidak boleh melebihi dari 2 poin. Jika melebihi maka lansia tersebut masuk kategori belum layak vaksinasi Covid-19.
"Jika ragu dengan nilai dari individu lansia tersebut, maka dapat dikonsultasikan ke dokter ahli di bidangnya (Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri atau spesialis penyakit Dalam Umum (sppD) khususnya di lokasi yang tidak memiliki konsultan geriatri," tulis keterangan tersebut.
Berikut ini kuesioner rapuh atau tua renta rekomendasi PAPDI:
1. Apakah anda mengalami kesulitan untuk naik10 anak tangga tanpa bantuan alat dan tanpa istirahat diantaranya?
Skor 1 = apabila Ya, skor 0 = apabila tidak.
2. Seberapa sering dalam 4 minggu ada merasa kelelahan?
1). Sepanjang waktu
2). Sebagian besar waktu
3). Kadang - kadang
4). Jarang
Bila jawab 1 atau 2 skor = 1 dan selain itu skor = 0
Baca Juga: Kemenkes: Tak Ada Laporan Lansia yang Alami KIPI Membahayakan
3. Partisipan ditanya, apakah dokter pernah mengatakan kepada anda tentang penyakit.
(11 penyakit utama: hipertensi, diabetes, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit parukronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke danpenyakit ginjal)?
Bila jawaban jumlah total penyakit, skor yang tercatat 0-4 penyakit = 0 dan 5-11 penyakit = 1.
4. Dengan diri sendiri dan tanpa bantuan, apakah Anda mengalami kesulitan berjalan kira-kira sejauh 100 sampai 200 meter?
Skor Ya = 1, dan Tidak = 0
5. Berapa berat badan saudara dengan mengenakan baju tanpa alas kaki saat ini? Satu tahun yang lalu, berapa berat badan anda dengan mengenakan baju tanpa alas kaki?
- Keterangan perhitungan berat badan dalam persen : (berat badan 1 tahun yang lalu dikurangi berat badan sekarang) dibagi berat badan satu tahun lalu, dikalikan 100 persen.
- Bila hasil lebih dari 5 persen (mewakili kehilangan berat badan 5 persen) diberi skor 1. dan kurang dari 5 persen skor = 0.
Intepretasi : Skor 1 hingga 2 : Pre-Frail (menjelang rapuh), Skor lebih dari 2 : Frail (kategori rapuh atau renta)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan