Suara.com - Masyarakat Indonesia sempat dibuat khawatir dengan varian baru virus corona yang sudah tiba di tanah air, salah satunya varian B.1.1.7 yang berasal dari Inggris dan B1351 asal Afrika Selatan, yang sudah ditemukan di beberapa negara.
Alih-alih khawatir tanpa sebab Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan ada 4 hal yang patut diperhatikan untuk menilai kadar berbahayanya varian baru virus corona.
"Kalau ngomongin mutasi, kita harus melihat karakter dari mutasi virus. Kita mengetahui kalau ada mutasi virus atau jenis varian baru yang muncul, ada 4 hal yang harus diperhatikan," ujar Prof. Bambang dalam acara peluncuran Tes Saliva Kalbe, Kamis (25/3/2021).
Keempat hal itu di antaranya adalah tingkat penularan lebih cepat, menyebabkan penyakit lebih parah, mengganggu kinerja pemeriksaan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), dan mengganggu proses pengembangan kinerja vaksin yang sudah disuntikkan.
Keempat i hal nilah yang menjadi tolok ukur, sehingga pemerintah dan para ilmuwan harus bekerja cepat meneliti varian virus yang sudah menginfeksi 125 juta penduduk dunia ini.
"Kalau kita melihat ambil contoh B117, yang muncul dari Inggris yang menularkan lebih cepat, kemudian tidak menimbulkan keparahan, sama dengan Covid-19 lainnya, dan ketiga dia tidak mengganggu kinerja dari vaksin," jelas Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) itu.
"Keempat, ada indikasi B117 bisa mengganggu kinerja pemeriksaan PCR," pungkas Prof. Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak