Suara.com - Gubernur David Ige pada hari Senin menandatangani undang-undang yang akan menjadikan Hawaii negara bagian terbaru yang mengizinkan beberapa perawat melakukan aborsi.
Hukum Hawaii sebelumnya mengatakan hanya dokter yang dapat melakukan aborsi dini di klinik. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
Tetapi karena kekurangan dokter, beberapa pulau kecil kekurangan penyedia layanan aborsi, yang memaksa penduduk pulau-pulau tersebut untuk terbang ke Honolulu jika mereka membutuhkan prosedur tersebut.
“Tindakan ini akan memungkinkan orang yang sangat membutuhkan layanan perawatan kesehatan reproduksi untuk menerima perawatan kesehatan dari penyedia perawatan kesehatan yang sangat berkualitas, termasuk perawat terdaftar praktik tingkat lanjut, di mana mereka membutuhkannya, ketika mereka membutuhkannya, dan ... di komunitas mereka sendiri,” Laura Reichardt, direktur Pusat Keperawatan Negara Bagian Hawaii, mengatakan pada upacara penandatanganan undang-undang.
Undang-undang baru, yang berlaku saat gubernur menandatanganinya, memungkinkan praktik lanjutan perawat terdaftar untuk meresepkan obat untuk mengakhiri kehamilan dan melakukan aborsi aspirasi, sejenis operasi kecil di mana ruang hampa digunakan untuk mengosongkan rahim perempuan.
Perawat akan dapat melakukan keduanya selama trimester pertama kehamilan. Aborsi aspirasi dapat dilakukan di rumah sakit, klinik atau ruang perawat.
Perawat terdaftar praktik lanjutan adalah perawat yang telah memperoleh setidaknya gelar master dan dilatih serta disertifikasi untuk mendiagnosis dan mengelola masalah pasien serta meresepkan obat.
Beberapa negara bagian telah mengizinkan perawat kategori ini untuk melakukan pengobatan atau aborsi aspirasi, termasuk California, Colorado, Maine, Massachusetts, Montana, New Hampshire, Vermont, Virginia dan West Virginia.
Hawaii memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung hak aborsi. Pada tahun 1970, itu menjadi negara bagian pertama di negara yang mengizinkan aborsi atas permintaan perempuan.
Baca Juga: Jual Vaksin Palsu, Perawat Gadungan Terancam 15 Tahun Penjara
Tetapi kekurangan dokter di negara bagian itu membuat pulau Kauai, Molokai dan Lanai akhir-akhir ini kekurangan penyedia layanan aborsi lokal. Di Big Island, aborsi hanya tersedia di Hilo tetapi tidak di sisi barat. Di Maui, penyedia harus terbang dari pulau lain dua kali sebulan.
Pada awal pandemi virus korona, dokter tidak dapat terbang ke Maui dan perawatan aborsi tidak tersedia di pulau itu selama beberapa bulan, kata Dr. Reni Soon, ketua Bagian Hawaii dari American College of Obstetricians and Gynecologists.
Undang-undang yang ditandatangani Ige mengatakan penelitian menemukan bahwa aborsi yang disediakan oleh penyedia layanan kesehatan berlisensi yang memenuhi syarat selain dokter sama amannya dengan yang disediakan oleh dokter.
Para advokat mengatakan praktik lanjutan perawat terdaftar sudah menyediakan prosedur yang mirip atau lebih rumit daripada aborsi, seperti memasang IUD dan melakukan biopsi endometrium.
Sebagian besar kesaksian kepada Legislatif mendukung undang-undang baru tersebut. Mereka yang menentang termasuk kelompok yang menentang aborsi secara lebih luas dan mereka yang khawatir bahwa perawat terdaftar praktik tingkat lanjut tidak akan memiliki pelatihan yang sama dengan dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance