Suara.com - Banyaknya kabar tentang efek samping vaksin Covid-19 yang dinilai mengancam jiwa, seperti pembekuan darah, tentu membuat beberapa orang panik dan takut untuk mengalaminya.
Namun, sebenarnya ada efek samping umum yang justru menjadi tanda yang bagus. Artinya, sistem kekebalan Anda bekerja sebagaimana mestinya.
"Hal-hal yang kami lihat adalah nyeri lengan, nyeri tubuh, terkadang kelelahan, terkadang demam ringan," jelas ahli avksin Peter Hotez, dekan National School of Tropical Medicine di Baylor College of Medicine, dilansir CNN.
Ia melanjutkan, tubuh yang menggigil terjadi karena vaksin sangat ampuh dalam mendorong respon kekebalan. Inilah salah satu alasan orang yang sudah divaksin mendapat tingkat perlindungan yang tinggi.
Efek samping lainnya bisa termasuk rasa sakit, kemerahan atau bengkak di tempat suntikan, sakit kepala atau mual.
Efek vaksin berbeda pada setiap individu
"Setiap tubuh berbeda. Jadi, vaksin yang persis sama dapat membuat orang merasa sakit selama sehari dan yang lainnya merasa baik-baik saja," kata Hotez.
Namun, Hotez mengingatkan bahwa efek samping tersebut tidak serius meski memang tidak membuat nyaman dan dapat terjadi selama satu atau dua hari.
Tetapi, ada beberapa yang hanya mengalaminya selama beberapa jam saja.
Baca Juga: Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Enam Juta Dosis, Menkes: Prioritaskan Lansia
Hampir semua vaksin Covid-19 membutuhkan dua sosis suntikan. Beberapa orang melaporkan efek sampingnya lebih kuat pada dosis kedua.
Tetapi sekali lagi, itu adalah tanda lain bahwa vaksin melakukan tugasnya dengan baik.
"Dengan dosis pertama, Anda harus menghasilkan respons kekebalan dari nol. Tubuh memproduksi antibodi, tetapi juga mulai menghasilkan sel kekebalan yang disebut sel B. Itu membutuhkan waktu," jelas Michael Worobey, profesor biologi evolusi di Universitas Arizona.
Kemudian saat suntikan kedus, sel-sel tersebut membuat pasukan dan dapat segera mulai menghasilkan respons kekebalan yang sangat besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional