Suara.com - Beberapa waktu lalu, Kiano, anak pertama Baim Wong dan Paula Verhoeven baru saja suntik vaksin campak. Setelah imunisasi itu, Kiano langsung demam mencapai 38,1 derejat celcius pada malam harinya.
Paula pun terlihat khawatir dan bingung ketika melihat anaknya sakit. Tapi, ia sudah diberi tahu dokter bahwa demam yang dialami Kiano mungkin efek dari suntik vaksin campak atau imunisasi.
"Jadi Kiano itu sakit demam, kayaknya efek dari vaksin," kata Paula Verhoeven dalam vlog YouTube Baim Paula,
Paula juga berusaha tetap memberi anaknya makan dan sempat memberi Kiano minum air kelapa. Tak hanya itu, Paula juga memberi Kiano obat karena sempat muntah dan masih panas.
Anak demam setelah imunisasi adalah hal yang wajar terjadi, terutama setelah anak suntik vaksin campak, DPT dan meningitis.
Dilansir dari Alodokter, demam biasanya terjadi selama 24 jam setelah vaksin dan berlangsung sekitar 1-2 hari. Tapi, beberapa ibu mungkin sangat khawatir dengan kondisi anaknya.
Karena itu, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan para orangtua ketika anaknya demam setelah imunisasi.
1. Tetap memberi ASI
Saat anak mengalami demam setelah imunisasi, ibu tetap harus memberinya ASI atau susu formula lebih sering. Karena, ASI atau susu formula akan membantu mereka cepat pulih dan mencegah dehidrasi.
Baca Juga: Manfaat Kesehatannya Banyak, Kapan Waktu Terbaik untuk Mandi Air Dingin?
2. Beri obat penurun panas
Ibu bisa menurunkan demam pada anak setelah imunisasi dengan memberinya obat penurun panas, seperti ibuprofen atau paracetamol.
Tapi, dosis pemberian obat penurun panas ini tergantung pada berat badan bayi. Anda bisa melihatnya dari kemasan atau konsultasi dengan dokter.
3. Kenakan pakaian yang nyaman dan tidak panas
Saat anak mengalami demam setelah imunisasi, Anda bisa mengenakannya pakaian yang nyaman dan tidak panas. Hindari pakaian yang berlapis-lapis atau menyelimuti anak ketika tidur, karena bisa menjebak panas di dalam tubuh.
Berita Terkait
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa
-
Paula Verhoeven Tersirat Sulit Bertemu Anak, Baim Wong Disentil Netizen
-
Paula Verhoeven Curhat di Medsos, Beri Sinyal Sulit Bertemu Anak
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?