Suara.com - Memiliki alergi memang bisa membuat aktivitas olahraga terganggu. Namun jangan patah semangat, pengidap alergi tetap bisa olahraga dengan memerhatikan sejumlah hal.
Menurut dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta, mengatakan selain dibutuhkan diagnosa dan pengobatan yang tepat maka hal terpenting pada penanganan alergi adalah melakukan pencegahan.
Michael kemudian menyarankan beberapa saran dan tips yang dapat dijadikan panduan dalam mencegah dan mengobati alergi terutama bagi orang yang aktif berolahraga.
"Yang pertama adalah mengenali berbagai bahan alergen yang berpengaruh pada tubuh kita dan jauhkan bahan alergen tersebut dari Anda atau siapa pun yang menderita alergi terhadap bahan itu," ujar Michael, dilansir ANTARA.
Bilamana kontak dengan alergen tak dapat dihindari maka kita harus menyediakan obat anti alergi yang biasanya dipergunakan dan bila gangguan tidak dapat teratasi dengan baik segera menghubungi dokter terdekat, tambah Michael.
Kemudian simpan catatan tentang bahan alergen tersebut di dalam dompet kita berdekatan dengan kartu identitas sehingga dalam keadaan darurat.
"Misalnya di saat kita tidak sadarkan diri, maka petugas medis dapat mengetahui hal-hal apa saja yang tidak boleh diberikan," tambahnya Michael.
Ia menjelaskan bahwa alergi itu disebabkan oleh bahan alergen yang kontak dengan tubuh kita baik itu melalui kulit, oral, injeksi dan alergen tersebut menyebabkan tubuh memutuskan untuk membentuk anti terhadap alergen tersebut.
"Akibatnya akan tercetuslah proses peradangan yang dapat bermanisfestasi dalam bentuk kemerahan pada kulit, bengkak, gatal, sakit, sesak dan pada beberapa kasus akan menimbulkan efek lepuh pada kulit," jelas Michael dilansir ANTARA.
Baca Juga: Pengidap Alergi Ingin Olahraga? Ini Panduan Amannya dari Dokter
Michael menambahkan bila pembengkakan tersebut terjadi pada mukosa saluran pernafasan dapat menyebabkan sesak akibat penyempitan dari jalan nafas yang bila tidak tertangani dengan tepat dapat berpotensi menimbulkan kematian. Bila terjadi lepuh pada kulit telapak kaki tentunya dapat menggangu aktivitas latihan olahraga.
Lalu mengapa sebelumnya tubuh kita tidak mengalami gangguan terhadap alergen dan kini menjadi sensitif? Menurut Michael, hal ini dikarenakan tubuh kita yang awalnya tidak memberikan respon dengan alergen yang masuk. Namun seiring dengan intensnya paparan alergen dan kondisi tubuh kita, maka lama kelamaan akan menimbulkan keluhan yang nyata.
"Pada sejumlah orang, jenis olahraga di luar ruangan (outdoor) sering menimbulkan alergi terutama pada orang-orang yang sensitif misalnya rangsangan udara dingin, suhu panas, debu, serbuk sari yang dapat menyebabkan gatal-gatal, bersin bahkan sesak nafas," tutup Michael.
Berita Terkait
-
Padukan Sensasi Olahraga dan Wisata Budaya, The Ultimate 10K Guncang 4 Kota Besar di Pulau Jawa
-
Kedokteran dan Berkuda: Kunci Disiplin Ganda dr Byanca Lauwardi
-
UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia
-
Tips Memilih Olahraga yang Aman saat Berpuasa
-
Pelantikan Pengurus Jatim, PB ORADO Tegaskan Komitmen Pembinaan Profesional
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya