Suara.com - Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Karena itu, minum air putih sudah menjadi kebutuhan manusia untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Tapi, air minum juga bisa berfungsi sebagai detox tubuh bila dicampurkan dengan bahan-bahan alami lainnya. Studi menunjukkan detox water ini sangat membantu tubuh membuang racun, menurunkan berat badan, dan meningkatkan energi.
Bahkan, ada banyak bahan alami yang bisa Anda temui di rumah untuk digunakan sebagai ramuan detox water. Berikut ini dilansir dari Bright Side, bahan-bahan alami yang bisa ditambahkan ke dalam air minum Anda.
1. Garam tak beryodium
Tambahkan garam tak beryodium ke dalam air minum Anda bisa membantu membersihkan usus dan sembelit kronis. Sodium membantu Anda menjaga fungsi saraf, otot dan tekanan darah saat larut dalam darah. Tapi, Anda tidak boleh asal menambahkan garam tak beryodium ini ke dalam air minum.
Cobalah tambahkan garam ke dalam air minum ketika Anda mengalami sembelit kronis atau buang air besar tidak teratur. Anda hanya butuh 2 sendok teh garam laut nonyodium dan 4 cangkir air hangat.
Anda bisa menambahkan sedikit air perasan lemon agar terasa lebih enak. Lalu, minumlah cepat saat perut masih kosong.
2. Bawang putih
Bawang putih memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan tekanan darah, melawan penyakit, mengontrol kadar kolesterol dan mendetoksifikasi.
Baca Juga: Temuan Terbaru, Vaksin Covid-19 Pertama Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona
Karena, bawang putih memiliki senyawa belerang yang bisa diperoleh ketika dipotong, dihancurkan atau dikunyah. Tapi, Anda bisa mendapatkan semua manfaat kesehatan tanpa memakannya.
Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan itu dari menambahkannya ke dalam minuman. Caranya, ambil 2 siung bawang putih dan iris-iris. Campurkan ke dalam 500 ml air dan biarkan selama 2 jam sebelum Anda meminumnya.
3. Apel dan kayu manis
Apel dan kayu manis bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme. Karena, apel dan kayu manis menambahkan beberapa antioksidan penting ke dalam makanan harian Anda, termasuk vitamin C dan B.
Kayu manis sendiri memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan kolesterol dan melawan diabetes. Caranya iris 2 buah apel dan ambil 2 batang kayu manis untuk dimasukkan ke dalam air minum Anda. Lalu, letakkan air minum di lemari es selama 1 jam agar kedua bahan itu meresap sebelum diminum.
4. Es batu timun
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?