Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gebreyesus mengatakan dunia telah mencapai situasi 'apartheid vaksin', pada Senin (17/5/2021).
Apartheid merupakan sistem pemisahan ras, agama, dan kepercayaan, diskriminasi etis dan pemisahan kelas sosial, di mana kelompok mayoritas mendominasi kelompok minoritas.
Dalam hal vaksin, negara-negara kaya seperti Amerika Serikat memiliki persediaan vaksin, sedangkan beberapa negara yang miskin belum mendapatkan dosis apapun.
Hampir puluhan negara, seperti Chad, Burkina Faso, Burundi, Eritrea, dan Tanzani, belum menerima vaksin Covid-19 sama sekali.
"Masalah besarnya adalah kurangnya berbagi. Jadi solusinya, lebih banyak berbagi," kata Tedros dalam acara virtual Forum Perdamaian Paris, dilansir Insider.
Sebelumnya, dia meminta produsen vaksin Covid-19 untuk menyediakan suntikan ke Inisiatif Covid-19 Vaccines Global Access atau Covax lebih cepat dari yang direncanakan karena kekurangan pasokan yang ditinggalkan oleh gangguan ekspor India.
Di India, penyebaran varian baru virus corona B.1.617 yang sangat mudah menular mengancam, melebihi peluncuran vaksin.
Ketika kasus mulai melonjak, petugas kesehatan harus mengalihkan fokus mereka dari memberikan vaksin ke merawat pasien yang dirawat di rumah sakit.
Bahkan, jika vaksin saat ini tidak bekerja dengan baik melawan varian SARS-CoV-2 yang muncul, vaksin dapat membantu memperlambat penyebarannya dan mengurangi kematian akibat Covid-19. Itulah sebabnya para ahli menyerukan lebih banyak pasokan vaksin ke India secepatnya.
Baca Juga: 5 Potret Danielle Miller, Selebgram yang Pakai Bantuan Covid-19 Untuk Hedon
"Covid-19 telah menunjukkan bahwa nasib kita saling berakitan erat. Apakah kita menang atau kalah, kita akan melakukannya bersama-sama," pungkas Tedros.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa