Suara.com - Setiap hari, ribuan orang di dunia dilaporkan meninggal setelah terinfeksi Covid-19. Update Covid-19 global mengutip situs worldometers, terdapat 7.746 orang meninggal dalam satu hari. Total kematian di seluruh dunia kini telah mencapai 3.564.576 jiwa.
Sementara kasus baru bertambah 354.599 kasus, membuat jumlahnya menjadi 171,45 juta tersebar di 221 negara. Meski demikian angka kesembuhan hampir dua kali lipat, yakni 584.864 orang dinyatakan negatif Covid-19 dalam satu hari. Jumlahnya kini telah sebanyak 153,89 orang sembuh.
Per Senin (1/6) pukul 07.45 WIB, masih ada 13,98 juta orang di dunia yang sakit Covid-19.
Data Kematian Peru Direvisi
Angka kematian Peru melonjak tiga kali lipat dari jumlah kematian resmi Covid-19. Data Universitas Johns Hopkins mencatat angka kematian Peru sebanyak 180.764, menjadikannya negara dengan tingkat kematian per kapita terburuk.
Peru telah menjadi salah satu negara Amerika Latin yang paling terpukul selama pandemi Covid-19. Rumah sakitnya penuh sesak dengan pasien dan permintaan oksigen melebihi ketersediaan. Para ahli telah lama memperingatkan bahwa jumlah korban tewas yang sebenarnya sedang dihitung dalam statistik resmi.
Pada Minggu (30/5), data kematian Peru masih tercatat 69.342 jiwa. Kemudian hitungan resmi dikeluarkan pemerintah setempat sehari kemudian. Dikutip dari Reuters, kurangnya perhitungan angka kematian karena kurangnya pengujian yang membuat sulit untuk mengonfirmasi apakah seseorang meninggal karena virus corona atau penyebab lain.
Menurut data Johns Hopkins, Hongaria memiliki jumlah kematian per kapita Covid-19 yang terburuk, sekitar 300 per 100.000 orang. Dengan jumlah kematian yang diperbarui, Peru sekarang mencapai lebih dari 500 kematian Covid-19 per 100.000 orang.
"Kami pikir itu adalah tugas kami untuk mempublikasikan informasi terbaru ini," kata Perdana Menteri Peru Violeta Bermudez dalam konferensi pers yang mengumumkan hasil tinjauan tersebut.
Di Amerika Latin, Brasil memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 450.000 nyawa hilang karena pandemi. Berdasarkan populasi, bagaimanapun, angka kematian per kapita Peru sekarang lebih dari dua kali lipat dari Brasil.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: WHO Diminta Lakukan Penyelidikan Tahap 2 di China
Angka-angka Peru yang diperbarui sejalan dengan apa yang disebut angka kematian berlebih, yang telah digunakan para peneliti di Peru dan negara-negara lain untuk mengukur kemungkinan penghitungan yang kurang selama pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak