Suara.com - Kebiasaan merokok di masyarakat Indonesia menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah karena menyebabkan tingginya angka kesakitan. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuowono menyampaikan bahwa merokok jadi penyebab terjadinya penyakit tidak menular dan kondisi itu tentu menyita biaya kesehatan.
"Kerugian ekonomi yang disebabkan penggunaan tembakau sangat besar. Berdasarkan data dari 152 negara, pada 2018, bahwa setiap tahun biaya ekonomi dari kegiatan merokok atau pengeluaran kesehatan dan kerugian produktivitas adalah sebesar 1.436 miliar dolar atau sebesar 20,638 triliun rupiah, setara dengan 1,8 persen dari produk nasional bruto tahunan di dunia," kata Dante dalam konferensi pers Hari Tanpa Tembakau Sedunia, yang disiarkan dalam kanal YouTube Kemenkes, Senin (31/5/2021).
Dante juga menyebutkan bahwa sekitar 200 ribu kasus penyakit di Indonesia disebabkan karena merokok. Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini, kampanye yang digaungkan ialah ajakan untuk komitmen berhenti merokok.
"Di Indonesia berarti berani berhenti merokok apapun jenisnya, baik itu rokok konvensional maupun rokok yang lebih modern," tambah Dante.
Kampanye tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi di Indonesia, apalagi dengan meningkatnya konsumsi rokok pada kalangan anak dan remaja.
"Tahun ini kami mengajak lapisan masyarakat untuk dukung gerakan berhenti merokok dengan target meraih 5 juta orang perokok berkomitmen berhenti merokok apapun jenisnya," ucap Dante.
Menurutnya, dengan lima juta orang komitmen berhenti, artinya negara bisa menghemat pembiayaan kesehatan, menyelamatkan banyak nyawa dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan rokok, menyelamatkan orang-orang perokok pasif, juga bantu menciptakan lingkungan lebih sehat.
Dante berjanji pemerintah akan dan terus melakukan advokasi kebijakan kawasan tanpa rokok, pemberdayaan perokok agar berhasil berhenti. Tindakan itu dalam upaya mengurangi jumlah perokok pasif.
"Untuk mengejar target 5 juta, kita melakukan berbagai tindakan promotif pada masyarakat salah satunya adalah melakukan larangan untuk iklan rokok. Kemudian kita juga menyertakan LSM untuk bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan tindakan promotif berhenti merokok," pungkasnya.
Baca Juga: 1,1 Miliar Orang Merokok di Dunia, Indonesia Masuk 10 Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS