Suara.com - Saat anak sudah bisa mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, para ibu mungkin akan antusias dalam menyikapkannya. Tetapi tak jarang juga jadi bingung karena khawatir salah memberikan makanan atau kurang nutrisi.
Akan tetapi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebenarnya sudah menyusun aturan MPASI yang sederhana dan mudah dilakukan. Dokter spesialis anak dr. Andreas Sp.A., mengatakan bahwa prinsipnya harus ada empat dalam pemberian MPASI.
"Pertama harus adekuat, tepat waktu, higienis, dan yang penting responsif," kata dokter Andreas dalam siaran langsung Instagram bersama Mother and Baby, Senin (7/6/2021).
Adekuat berarti jumlah nutrisi harus seimbang, lanjut dokter Andreas. Bayi usia 6 sampai 12 bulan hanya butuh nutrisi berupa karbohidrat, lemak, dan protein. Komposisinya dengan 50 persen karbohidrat, 30-40 persen lemak, dan protein cukup 10-15 persen.
"Sayur dan buah hanya diperkenalkan. Berikutnya adekuat itu jumlahnya. Sebenarnya ada aturan jumlah, juga jangan cukup 2 sendok makan sampai usia 9 bulan. Aturan 2 sendok makan ini hanya untuk dua minggu pertama saja untuk perkenalan. Karena target kita di usia 1 tahun anak sudah bisa makan 200 miligram," jelas dokter Andreas.
Kemudian tepat waktu berkaitan dengan usia anak ketika diberokan MPASI. Rekomendasi IDAI, tidak memberikan MPASI sebelum anak usoa 6 bulan. Juga tidak terlalu menundanya.
"Yang tepat adalah 6 bulan. Kalau lebih cepat ada indikasinya, kalau di lama lamain enggak ada gunanya. Karena udah saatnya makan, kalau dilamain nanti anaknya malah kekurangan nutrisi dan jadinya stunting," ucapnya.
"Ketiga higienis, bersih. Bukan cuma tangannya saja tapi bahan makanannya harus bersih, alat-alat untuk mengolahnya juga harus bersih, tempat menyimpannya bersih," imbuh dokter Andreas.
Terakhir responsif yang menandakan anak jika tidak mau makan. Ia mengingatkan agar orangtua jangan memaksa anak terus jika tang ingin makan. Sebab prinsipnya anak akan memberitahu kode menyukai makannya atau tidak.
Baca Juga: Kemampuan Menghisap ASI, Rupanya Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang Bayi
Terpenting pula lama waktu menyuapi anak makan. Menurit dokter Andreas sebaiknya tidak lebih dari 30 menit.
"Jangan sambil jalan-jalan, jangan sambil nonton TV. Cukup makan saja," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?