Suara.com - Setiap orang bisa memiliki ketakutan terhadap hal tertentu, atau biasa disebut phobia. Takut jarum suntik atau trypanophobia merupakan salah satu phobia yang umum dialami banyak orang.
Menurut ilmu medis, trypanophobia merupakam ketakutan ekstrem terhadap prosedur medis yang melibatkan suntikan atau jarum suntik. Orang-orang dengan trypanophobia akan waspada dan mengalami peningkatan detak jantung setiap kali berhadapan dengan jarum suntik. Ada juga yang sampai mengalami pusing, bahkan jatuh pingsan di tempat kejadian.
Ketakutan seperti itu biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak karena mereka masih belum terbiasa dengan rasa sakit yang timbul akibat disuntik. Seiring bertambahnya usia, biasanya mereka akan mulai terbiasa dan dapat menahan rasa sakit tersebut.
Tetapi bagi sebagian orang, ketakutan itu bisa tetap ekstrem sampai tumbuh dewasa. Dikutip dari Ruang Guru, ada beberapa gejala yang akan dialami orang jika mengidap trypanophobia.
Orang dengan trypanophobia dapat mengalami salah satu atau beberapa gejala sekaligus. Seperti detak jantung meningkat, pusing, hingga jatuh pingsan.
Gejala lainnya bisa menyebabkan mual, sulit bernapas, serangan panik, keringat dingin, gemetar, serangan kecemasan, hingga memghindar atau bahkan lari dari ruangan tindakan medis.
Penyebab Trypanophobia
Secara ilmu medis, masih belum diketahui pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami trypanophobia. Faktor penyebab phobia, baik trypanophobia maupun phobia lainnya, sangat subjektif alias tergantung pada masing-masing orang. Penyebabnya bisa berbeda antara penderita satu dengan penderita lain. Gejala yang timbul pun juga berbeda-beda.
Namun, ada beberapa faktor yang seringkali menjadi penyebab utama di balik phobia, tidak terkecuali trypanophobia. Salah satunya yaitu pengalaman buruk atau traumatis yang dialami penderita.
Penderita phobia cenderung pernah mengalami pengalaman buruk atau traumatis yang berhubungan dengan phobia yang dimiliki. Untuk trypanophobia sendiri, pengalaman buruk atau traumatis tersebut tentunya berhubungan dengan jarum suntik.
Baca Juga: Jarum Suntik Copot, FDA Hentikan Penggunaan Suntikan Vaksin Buatan China
Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah keluarga atau kerabat dekat. Menurut penelitian, diperkirakan 80 persen orang dewasa dengan phobia tertentu memiliki keluarga atau kerabat dekat yang juga menderita phobia yang sama.
Akan tetapi, daripada diwariskan secara biologis, peneliti menyatakan bahwa ketakutan ini lebih mungkin terwariskan akibat dipelajari dan secara tidak sadar diikuti oleh penderita.
Misalnya, seorang ibu yang takut kepada kucing, cenderung memiliki anak yang juga takut kepada kucing. Hal ini terjadi karena ibu tersebut secara tidak sadar selalu melakukan perbuatan yang membuat anaknya terhindar dari kucing, dengan tujuan untuk melindungi si anak dari kucing. Si anak pun tanpa sadar mematuhi dan mengikuti apa yang dilakukan oleh ibunya.
Cara Mengatasi Trypanophobia
Cara mengatasi trypanophobia kurang lebih sama seperti cara mengatasi phobia lainnya, yaitu dengan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog terkait metode yang paling efektif untuk mengatasi phobia yang dimiliki.
Biasanya, treatment untuk penderita phobia melibatkan prosedur psikoterapi, seperti exposure therapy atau cognitive behavioral therapy (CBT). Ada juga yang melibatkan pengobatan dengan resep tertentu untuk membantu penderita mengatasi gejala kecemasan yang timbul akibat phobia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak