Suara.com - Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi besar kepada para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan, dalam penanggulangan pandemi COVID-19.
Menurut Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari, apresiasi diberikan dalam bentuk piagam dan sertifikat, juga insentif.
"Kami nanti akan memberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat pengakuan atas sumbangsih mereka, mudah-mudahan piagam ini berguna untuk tenaga kesehatan kalau mau melanjutkan pendidikan," kata Kirana dilansir ANTARA.
Dia mengapresiasi para tenaga kesehatan yang bekerja selama pandemi melanda dunia, yang diyakini bisa menempa kemampuan mereka dalam bertahan dan beradaptasi dengan berbagai situasi di masa mendatang sembari memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
"Generasi 2020-2021 saya yakin adalah generasi luar biasa," puji dia.
Tak cuma itu, Kirana menyampaikan pemerintah juga memberikan apresiasi berupa insentif untuk tenaga kesehatan, meski dia meyakini apresiasi itu tidak bisa dibandingkan dengan pengorbanan mereka yang besar.
Kirana pun berterima kasih kepada para relawan saat pandemi yang berperan besar dalam membantu penanggulangan COVID-19.
Peran relawan, kata dia, yang membantu di berbagai sektor, telah membantu memperlancar pekerjaan tenaga kesehatan yang sejak tahun lalu terus berusaha mengatasi krisis kesehatan yang melanda dunia.
"Para relawan juga sangat membantu, relawan telah membuat tugas tenaga kesehatan menjadi lebih ringan," paparnya.
Baca Juga: 68 Paskibraka dan 1.800 Anak Tenaga Kesehatan Dapat Apresiasi dari Bank BRI
Dalam diskusi "Solidaritas Tanpa Batas" yang diselenggarakan secara daring, para relawan COVID-19 mulai dari supir ambulans, dokter yang pernah bekerja di rumah sakit darurat Wisma Atlet serta peneliti yang bertugas meneliti spesimen di laboratorium berbagi cerita mengenai perjuangan mereka selama mengabdi kepada masyarakat.
Kirana mengapresiasi relawan-relawan yang punya kepedulian tinggi untuk memberikan tenaga dan pikiran demi masyarakat.
"Sangat membanggakan bagaimana relawan dengan kepedulian dan kemampuan mereka memberikan sumbangsih kepada masyarakat," kata dia.
Berita Terkait
-
Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal
-
Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis
-
Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?