Suara.com - Ketua Pengurus Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI mengingatkan orang dengan autoimun untuk berhati-hati dan tidak sembarangan setelah disuntik vaksin Covid-19 merek Moderna.
Prof. Iris berpesan, setelah disuntik vaksin Moderna, selama satu minggu penderita autoimun sebaiknya tidak melakukan olahraga berat karena akan berbahaya untuk kesehatan jantung,
"Untuk menggunakan vaksin Moderna, selama satu minggu tidak boleh berolahraga berat, karena dia takuthya miokarditis di jantung," ujar Prof. Iris saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.
Miokartitis adalah peradangan yang terjadi pada miokrdium atau otot jantung yang umumnya bisa disebabkan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit, bahkan bisa disebabkan kondisi autoimun sendiri seperti reumatik akut.
Hal ini bisa terjadi, karena menurut Prof. Iris, rerata orang dengan autoimun mengalami peningkatan D-dimer atau terjadinya pengentalan darah, yang bisa berbahaya untuk jantung karena bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Penyempitan pembuluh darah membuat kinerja jantung menjadi berat, dan bila ditambah dengan olahraga berat akan semakin membebani jantung karena harus bekerja memompa darah lebih berat.
Itu jugalah alasan Prof. Iris menyarankan sebelum orang dengan autoimun menjalani vaksinasi Covid-19 untuk lebih dulu menjalani pemeriksaan D-dimer.
"Jadi tetap harus diantisipasi, apakah pasien itu ada riwayat pengentalan darah, karena pada pasien autoimun banyak yang D-dimernya sudah mengalami peningkatan," pungkas Prof. Iris.
Perlu diingat juga jika setelah vaksinasi, orang dengan autoimun berisiko mengalami kekambuhan gejala autoimun yang dideritanya, sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Baca Juga: Update COVID-19 Sabtu 21 Agustus: 1.365 Orang Dirawat di RSD Wisma Atlet
"Orang dengan autoimun harus dikatakan, bahwa ada kemungkinan kekambuhan autoimun bisa saja terjadi (setelah vaksinasi)," jelas Prof. Iris.
Jika terjadi KIPI berupa kekambuhan autoimun, profesor ahli penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menyarankan untuk melakukan dua langkah, yaitu melaporkan KIPI ke petugas Komnas KIPI dan memeriksakan diri ke dokter autoimun yang menanganinya selama ini.
Meski begitu, Prof. Iris mengatakan KIPI kekambuhan autoimun ini, tidak akan sebanding apabila orang dengan autoimun terinfeksi Covid-19, dan berisiko mengalami keparahan atau bergejala berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari