Suara.com - Update Covid-19 global mengutip data pada situs Worldometers menunjukkan bahwa terjadi penambahan kasus positif sebanyak 475.799 kasus baru dalam 24 jam terakhir.
Kematian akibat infeksi virus corona SARS Cov-2 itu juga masih terjadi. Tercatat sebanyak 7.418 orang meninggal dunia dalam satu hari.
Akibat kedua tambahan tersebut, total kasus Covid-19 secara global per Selasa (24/8) pukul 07.00 WIB telah mencapai 213,19 juta kasus dengan kematian 4,45 juta jiwa.
Amerika Serikat, Iran, dan Inggris masih menjadi negara-negara yang menyumbangkan kasus harian terbanyak. AS melaporkan 78.772 kasus, Iran 38.657 kasus, dan Inggris 31.914 kasus.
Sementara itu angka kematian Indonesia untuk pertama kalinya di bawah seribu jiwa sejak awal Juli lalu. Meski begitu laporan hariannya pagi ini masih menjadi yang terbanyak di dunia, dengan angka 842 jiwa. Disusul Rusia 776 jiwa dan Iran 610 jiwa.
Rekor Kasus Positif Filipina
Bukan hanya Indonesia yang alami lonjakan kasus Covid-19 dalam dua bulan terakhir. Beberapa negara Asia Tenggara juga alami hal serupa.
Filipina bahkan melaporkan rekor kasus hariannya sebanyak 18.332 kasus dalam 24 jam terakhir. Untuk pertama kalinya, Kementerian Kesehatan Filipina juga mengakui adanya penularan lokal dari varian virus Delta di wilayah ibu kota Manila.
Namun wilayah Manila dan 16 kota yang dihuni lebih dari 13 juta orang itu kini justru diberlakukan pelonggaran pembatasan selama 10 hari mulai 21 Agustus untuk memungkinkan lebih banyak bisnis beroperasi.
"Penguncian atau pembatasan yang meluas tidak lagi efektif di negara ini," kata juru bicara kementerian kesehatan Maria Rosario Vergeire pada konferensi pers reguler, Senin (23/8/2021), dikutip dari Channel News Asia.
Baca Juga: PPKM Level 4 Jawa-Bali Selesai Hari Ini, Epidemiolog: Krisis Masih Ada
"Akan lebih efektif jika pembatasan dilonggarkan sedikit dan jika penguncian lebih tepat sasaran," imbuhnya.
Sejumlah besar kasus positif yang berkaitan dengan varian Delta telah terdeteksi di wilayah ibu kota dan provinsi terdekat, kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan terpisah.
Pada Senin (23/8), pusat genom Filipina mengatakan telah mendeteksi tambahan 466 kasus varian Delta, sehingga jumlah orang yang dikonfirmasi membawa varian tersebut menjadi 1.273 orang.
Hingha kini Filipina telah mencatat total 1,86 juta kasus Covid-19, terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia.
Jumlah kasus aktif di Filipina juga meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Yakni sebanyak 130.350 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?