Suara.com - Virus corona Covid-19 adalah penyakit menular pada sistem pernapasan bagian atas. Sehingga, virus corona Covid-19 ini akan menular melalui tetesan cairan pernapasan ketika orang yang terinfeksi bersin, batuk atau berbicara.
Tapi, virus corona Covid-19 ini terus bermutasi dan berevolusi. Banyak cara penularan yang baru. Penelitian terbaru menemukan bahwa virus corona Covid-19 tidak hanya menular melalui tetesan cairan tubuh ketika bersin atau batuk.
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Government Medical College Amritsar telah menemukan bahwa air mata berpotensi menularkan virus corona Covid-19 pada orang sehat.
Menurut penelitian baru dilansir dari Times of India, para ahli telah menemukan sampel yang dikumpulkan dan diuji untuk mengetahui penularan virus corona Covid-19 menunjukkan 1,75 persen kasus virus corona ditularkan melalui air mata.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi keberadaan virus corona pada air mata pasien Covid-19 yang terinfeksi, bahkan jika mereka tidak menunjukkan manifestasi ocular.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Indian Journal of Ophthalmology mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 bisa menular melalui air mata.
Berdasarkan temuan baru ini, para ahli juga memperingatkan bahwa masih ada kemungkinan cara penularan virus corona yang lebih baru dan lain sehingga perlu diwaspadai.
Karena itu, ahli kacamata, dokter mata, dan orang-orang yang bekerja di bidang kecantikan perlu mewaspadai risiko penularan virus corona Covid-19 ini melalui mata.
Meskipun hanya ada sedikit penelitian yang mengindikasikan penularan virus corona melalui air mata, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ada berbagai jenis virus yang terperangkap di mata.
Baca Juga: Selain 5M, Ini Dua Cara Agar Bisa Terhindar dari Virus Corona Varian Delta
Para ahli menyarankan bahwa jaringan bening yang menutupi area putih mata dan garis bagian dalam kelopak mata dapat terinfeksi oleh virus flu biasa dan herpes.
Hal itu bisa terjadi, karena mata terpapar virus corona langsung ketika terkena droplet yang dihasilkan dari batuk, bersin dan berbicara. Selain itu, kebanyakan orang memiliki kebiasaan menggosok dan menyentuh mata tanpa mencuci tangan.
Penyebaran virus corona Covid-19 melalui mata pun sama seperti melalui tetesan pernapasan. Menyentuh air mata orang yang terinfeksi atau permukaan tempat tetesan itu mendarat bisa menyebabkan seseorang terinfeksi virus corona Covid-19.
Meskipun konjungtivitis (mata merah) adalah gejala virus corona Covid-19 yang menonjol. Tapi, tak semua orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengembangkan gejala tersebut.
Walaupun penularan virus corona Covid-19 melalui air mata cukup rendah. Ada beberapa hal yang lebih baik dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus corona.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk atau bersin
- Jangan menyentuh mata ketika terinfeksi virus corona
- Segera buang tisu setelah Anda menggunakannya ketika bersin
- Cuci tangan pakai air dan sabun selama 30 detik setelah menyentuh permukaan dan sebelum menyentuh wajah serta makan
- Bersihkan tangan pakai hand sanitizer setidaknya dengan kandungan alkohol 70 persen
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
- Pakai masker di tempat umum
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren