Suara.com - Banyak orang tentu sepakat bahwa hotdog punya rasa yang lezat. Tapi, sebaiknya pertimbangkan ulang sebelum mengonsumsi hotdog.
Dilansir dari World of Buzz, Peneliti kesehatan di University of Michigan, AS telah menemukan bahwa makan satu hot dog daging sapi dapat menghabiskan 36 menit dari hidup Anda.
Studi yang diterbitkan bulan ini di jurnal Nature Food mengamati 5.853 makanan dalam diet AS dan mengukur efeknya dalam hitungan menit dalam hal jumlah kehidupan yang diperoleh atau hilang. Peneliti memeringkatnya dengan beban penyakit gizi mereka untuk manusia dan dampaknya terhadap lingkungan.
Berdasarkan sebuah studi yang disebut Beban Penyakit Global, yang mengukur morbiditas yang terkait dengan pilihan makanan seseorang, tim tersebut membuat indeks yang menghitung beban kesehatan yang menguntungkan atau merugikan dalam hitungan menit kehidupan sehat yang terkait dengan penyajian makanan.
Ditemukan bahwa mengganti 10 persen asupan kalori harian dari daging sapi dan daging olahan untuk campuran buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan makanan laut tertentu dapat mengurangi jejak karbon makanan Anda hingga sepertiga dan memungkinkan orang untuk mendapatkan 48 menit hidup sehat. per hari.
Para peneliti menemukan bahwa hot dog daging sapi standar pada roti mengandung 61 gram daging olahan yang mengakibatkan hilangnya 27 menit hidup sehat, tetapi ketika bahan-bahan seperti natrium dan asam lemak trans diperhitungkan, nilai akhirnya adalah 36 menit.
Menurut penelitian, makanan populer lainnya yang dapat memperpendek hidup meliputi:
- Pizza: 7 menit, 8 detik
- Burger keju ganda: 8 menit, 8 detik
Sementara makanan yang menambah umur Anda, termasuk kacang-kacangan, polong-polongan, makanan laut, buah-buahan, dan sayuran non-tepung meliputi:
- Alpukat: 2 menit, 8 detik
- Pisang: 13 menit, 30 detik
- Salmon: 13 menit 5 detik
- Sandwich selai kacang dan selai: 33 menit dan 6 detik
Seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan di universitas dan penulis senior makalah Olivier Jolliet mengatakan kepada CNN bahwa, "Kami ingin membuat evaluasi berbasis kesehatan tentang dampak menguntungkan dan merugikan dari makanan di seluruh makanan."
Baca Juga: Pasien Covid-19 Berisiko Idap Penyakit Ginjal Stadium Akhir hingga 215 Persen
“Intinya adalah memilih makanan yang lebih baik, bukan menghabiskan waktu untuk menghitung. Apakah metrik utama yang akan memberi tahu Anda apa yang harus dimakan besok dan sepenuhnya menentukan harapan hidup Anda? Tidak."
“Indeks ini terutama ada untuk membantu membantu dalam memilih dan menggunakan kalori yang dikonsumsi setiap hari untuk mengubah kebiasaan minimum dan membuat perubahan minimum untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan dan lingkungan dari pengalaman makanan kita,” kata Jolliet.
Semoga favorit nasional kita seperti nasi lemak, teh tarik, dan roti canai tidak separah hot dog.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif