Suara.com - Zaman terus berkembang, begitu juga pola parenting orangtua yang tidak bisa hanya mengandalkan cara lama untuk mengasuh generasi alpha saat belajar.
Generasai alpha adalah anak dari generasi milenials dan adik dari generasi Z, dan generasi ini lahir
antara tahun 2010 dan 2025.
Generasi ini lahir saat teknologi sudah sangat maju, sehingga gadget kerap sulit dipisahkan dari mereka.
Lantas, gimana pola asuh generasi alpha yang tepat? Berikut tips dari Rensia Sanvira, Influencer sekaligus Konselor Anak, dalam acara diskusi Ruang Guru beberapa waktu lalu.
1. Ajarkan anak menyaring informasi
Generasi alpha, sangat banyak menerima informasi. Sehingga, orangtua harus menjadi orang yang pertama kali memberitahu informasi kepada anak, dibandingkan gadget maupun orang lain.
Orang tua harus berperan aktif untuk menyaring pengetahuan maupun konten negatif dari pemanfaatan teknologi oleh anak.
2. Memberikan batasan yang tepat tentang gadget
Meskipun generasi alpha memiliki paparan tinggi terhadap gadget, karena digunakan sehari-hari dan bisa jadi alat stimulasi pembelajaran anak.
Baca Juga: HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya
Namun tetap penting orangtua membuat batasan dan pemahaman gadget secara tegas. Seperti membuat jadwal dan aturan tentang penggunaan gadget pada porsi yang tepat.
Ini karena anak tetap harus meluangkan waktu untuk beraktivitas fisik.
3. Kenalkan prinsip budaya dan adat istiadat keluarga
Selain itu orang tua juga harus memperkenalkan anak pada lingkungan sekitar, termasuk keragaman agama, adat istiadat, suku, budaya, dan bahasam
Ini ditujukan agar anak bisa mencintai bangsa dan negaranya sejak dini.
4. Dukung anak untuk memanfaatkan teknologi dengan baik
Melalui teknologi, banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh anak-anak, termasuk mengakses informasi yang edukatif serta bermanfaat.
Namun, selain manfaat baik yang ditawarkan, teknologi juga mempunyai pengaruh buruk lainnya.
Sehingga, penting untuk orangtua mengawasi penggunaan teknologi anak untuk memastikan anak dapat mendapatkan manfaat yang baik dari teknologi yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?