Suara.com - Soda diet dan minuman yang mengandung pemanis buatan sukralosa dapat meningkatkan nafsu makan pada perempuan dan orang yang mengalami obesitas.
Hal itu dibuktikan dalam penelitian baru oleh Keck School of Medicine dari University of Southern California (USC) dan diterbitkan di JAMA Network Open.
Para ilmuwan mempelajari efek mengonsumsi pemanis buatan, atau pemanis nonnutrisi (NNS), baik pada aktivitas otak dan respon nafsu makan di otak pada populasi yang berbeda.
Terdapat 74 peserta dewasa, 43 di antaranya perempuan. Penelitian dilakukan pada Maret 2020 hingga Maret 2021. Dalam jumlah yang sama, peserta diidentifikasi berdasarkan gender, berat badan sehat, dan obesitas.
Selama tiga kunjungan pagi yang terpisah ke USC's Dornsife Cognitive Neuroimaging Center, para peserta mengonsumsi 300 mililiter minuman yang dimaniskan dengan sukrosa (gula nutrisi), minuman yang dimaniskan dengan NNS sukralosa, atau air sebagai kontrol.
Para peneliti kemudian menghabiskan dua jam mengukur aktivasi daerah otak yang berfungsi mengontrol nafsu makan sebagai respon terhadap gambar makanan berkalori tinggi.
Aktivitas otak dipantau menggunakan teknik pencitraan yang disebut pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) di samping kadar glukosa, kadar insulin, dalam tubublh.
"Darah diambil sampelnya pada awal hingga 10, 35, dan 120 menit setelah peserta menerima minuman yang mengandung sukrosa, sukralosa, atau air untuk mengukur glukosa plasma, insulin, peptida seperti glukagon, asil-ghrelin, total peptida YY , dan leptin.
Hasil pencitraan itu menunjukan adanya peningkatan aktivitas di daerah otak yang berfungsi mengontrol nafsu makan pada perempuan dan orang gemuk setelah mengonsumsi minuman yang mengandung sukralosa, dibandingkan dengan minuman yang mengandung gula asli.
Baca Juga: Lidah Pahit Bikin Tak Nafsu Makan? Coba Siasati dengan Cara Ini!
Ada juga penurunan kadar hormon yang membuat partisipan merasa kenyang setelah menenggak minuman yang mengandung sukralosa, dibandingkan dengan minuman yang mengandung sukrosa.
Terakhir, partisipan perempuan yang konsumsi minuman mengandung sukralosa makan lebih banyak camilan daripada setelah mereka meminum minuman yang mengandung sukrosa.
Asupan makanan tidak berbeda untuk peserta laki-laki, dan lebih dari 40 persen orang dewasa AS saat ini menggunakan NNS sebagai pilihan bebas kalori untuk membantu menurunkan berat badan dan tetap mendapatkan makanan manis.
"Dengan mempelajari kelompok yang berbeda, kami dapat menunjukkan bahwa perempuan dan orang obesitas mungkin lebih sensitif terhadap pemanis buatan. Untuk kelompok ini, minum minuman dengan pemanis buatan dapat mengelabui otak agar merasa lapar, yang pada gilirannya dapat menghasilkan lebih banyak kalori yang dikonsumsi," kata Dr. Kathleen Page, penulis studi yang sesuai dan profesor kedokteran di Keck School of Medicine, dikutip Fox News.
Selain itu, dia mencatat bahwa konsekuensi kesehatan dari pemanis buatan masih sangat diperdebatkan.
"Ada kontroversi seputar penggunaan pemanis buatan karena banyak orang menggunakannya untuk menurunkan berat badan," kata Page.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya