Suara.com - Konsultan ahli bedah ortopedi dan tulang belakang, George Ampat menyoroti betapa berbahayanya perilaku menetap terhadap kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan sendi, tekanan darah dan kognitif.
Sebuah penelitian juga menunjukkan lebih dari 60 persen operasi punggung bisa dihindari dengan olahraga dan gaya hidup yang lebih aktif.
George Ampat menemukan kesimpulan dampak menonton TV dengan masalah kesehatan setelah meninjau berbagai penelitian tersebut.
Direktur British Society of Lifestyle Medicine, yang juga dosen kehormatan Universitas Liverpool, akan mempresentasikan penelitiannya kepada dokter umum, ahli bedah, dan petugas medis lainnya di Rumah Sakit Universitas Royal Liverpool bulan depan.
Penelitian ini menemukan adanya lonjakan kebiasaan orang berdiam diri menonton TV atau streaming selama masa penguncian terkait pandemi virus corona Covid-19.
Dalam laporannya baru-baru ini, pengawas siaran Ofcom menemukan satu keluarga yang biasanya menghabiskan 6 jam sehari untuk menonton TV atau menikmati layanan streaming selama pandemi.
Laporan itu juga menyampaikan kebiasaan orang-orang menonton TV atau menatap layar meningkat menjadi rata-rata harian 5 jam 40 menit, artinya kebiasaan meningkat 50 menit dari tahun sebelumnya.
Geoge Ampat pun berpendapar bahwa tidak aktif secara fisik dalam waktu lama, khususnya lebih sering berdiam diri menonton TV berbahaya bagi otak dan tubuh.
Karena, duduk dalam waktu lama membuat tubuh tidak membakar makanan yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Apalagi, bila Anda menonton adega kekerasan atau dramatis ketika menonton TV.
Baca Juga: Lagi, Studi Buktikan Vaksinasi Efektif Lawan Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19
"Adegan itu bisa mengarah pada sekresi hormon stres fight-or-flight yang menyebabkan lonjakan kadar glukosa dalam darah. Pada akhirnya, hal ini menyebabkan peradangan yang terkait dengan masalah kronis dan berpotensi mematikan, seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi," kata Geoge Ampat dikutip dari Express.
Hasil analisis George Ampat ini pun dituangkan dalam bukunya yang berjudul Free From Pain. Ia menunjukkan bahwa menonton TV berjam-jam bisa memangkas peluang bertaha hidup hingga 4 tahun pada pria dan lebih dari 3 tahun pada wanita.
Selain itu, duduk selama 1 jam menyebabkan beban kesehatan yang setara dengan kehilangan peluang hidup 11 menit, sama halnya dengan merokok satu batang.
Perilaku menetap atau berdiam diri selama menonton TV juga bisa menyebabkan hilangnya massa otot dan peningkatan keausan pada sendi.
George Ampat juga akan menyoroti Penelitian yang menunjukkan bahwa menonton TV dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko demensia pada orang tua.
Satu studi membandingkan fungsi kognitif pemirsa seumur hidup versus non-penonton di atas 65-an.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru