Suara.com - Aktris Vanessa Angel dan suaminya Bibi Andianyah dikabarkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang Jawa Timur.
Dugaan awal menurut polisi, kecelakaan terjadi karena sopir yang mengantuk.
"Update dari lapangan, pengakuan sopir, sopirnya ngantuk," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).
Salah satu penyebab seseorang mengantuk saat berkendara adalah kurang tidur. Kondisi ini, jika ditambah dengan keadaan tubuh yang lelah, bisa berujung pada microsleep. Apa itu?
Data dari National Sleep Foundation Amerika Serikat menyebut 20 persen pengemudi mengaku pernah tertidur sesaat ketika mengemudi. Yang lebih parah, 40 persen mengatakan kejadian ini terjadi lebih dari sekali dalam hidupnya.
Tak main-main, di Amerika Serikat menyetir dalam keadaan mengantuk menyebabkan lebih dari 5.000 orang meninggal dalam setahun.
Laman Hello Sehat menulis, microsleep adalah saat di mana seseorang tidur dalam sekejap, hanya satu atau dua menit lamanya. Namun ini sering tidak disadari karena kantuk dan lelah yang terhindarkan.
Saat mengalami microsleep, biasanya Anda tidak akan menyadari jika tertidur atau akan memasuki kondisi tidur. Belum lagi, kondisi ini bisa terjadi dalam keadaan mata terbuka dengan pandangan kosong. Tak hanya itu, salah satu ciri dari microsleep adalah gerakan kepala seperti mengangguk dan mengedipkan mata yang terlalu sering.
Sebenarnya, memiliki rasa kantuk yang tak terelakkan sekali dua kali bukan sebuah masalah kesehatan yang serius. Saat itu, Anda bisa mengatasinya dengan tidur atau membayar hutang tidur yang hilang karena kurang tidur. Namun, jika microsleep tak bisa teratasi dan terjadi dalam waktu berkepanjangan, Anda mungkin perlu khawatir.
Baca Juga: Ini Penampakan Jenazah yang Diduga Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah
Mengapa demikian? Pasalnya, jika dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa menyebabkan Anda tidak lagi bisa berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi dengan baik . Dengan kata lain, risiko Anda mengalami kecelakaan mobil atau kecelakaan kerja juga semakin besar.
Tak hanya itu, ternyata microsleep berkepanjangan juga dapat menyerang kesehatan Anda secara menyeluruh. Jika sudah begini, Anda mungkin saja mengalami beberapa masalah kesehatan kronis, seperti berikut:
- Penyakit jantung.
- Diabetes.
- Obesitas.
- Gangguan kesehatan mental.
Mencegah terjadinya microsleep
Pada dasarnya, cara terbaik untuk mencegah microsleep adalah tidur cukup setiap hari. Kebiasaan sehat ini juga akan membantu Anda tetap produktif menjalani hari tanpa merasa kelelahan.
Namun, menurut The Better Sleep Council, jika pekerjaan dan aktivitas tertentu membuat Anda terpaksa untuk mengurangi jam tidur, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep, seperti berikut:
Melakukan power nap
Power nap adalah tidur dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit saja demi mengisi daya energi yang mungkin tidak sebanyak biasanya. Tujuannya, agar Anda bisa lebih fokus untuk waktu yang lebih lama meski jam tidur berkurang.
Berita Terkait
-
Laka Maut Innova Anggota DPR RI di Tol Paspro, Petaka Microsleep dan Bahaya Laten 'Underride Crash'
-
Tips Menghindari Microsleep saat Menyetir Jarak Jauh Sambil Puasa, Mudik Aman Sentosa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Jalan Tol Pluit Mendadak Jadi 'Kanvas' Putih, Akibat Trailer Hantam Truk Cat
-
Bahaya Tersembunyi di Balik Setang, Mengenali dan Mencegah Microsleep saat Berkendara Motor
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini