Suara.com - Gejala eksim sering mulai muncul atau memburuk saat musim dingin. Para ahli mengatakan perubahan cuaca memang merupakan salah satu penyebab eksim dan beberapa kebiasaan sehari-hari bisa memperburuk kondisi.
Saat cuaca mulai dingin, tak jarang orang menikmati mandi air panas. Mandi air panas juga bisa mengurangi rasa gatal pada kulit dan menangkan kulit penderita eksim.
Tapi, mandi air panas juga bisa merusak kulit. Menurut Sarah Brown, pendiri merek kecantikan Pai Skincare, perubahan suhu yang ekstrem bisa menyebabkan gejala eksim memburuk.
Mandi air panas bisa menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kulit tetap sehat. Seiring waktu, kebiasaan ini bisa membuat kulit kering, gatal dan iritasi.
Air panas juga bisa menyebabkan peradangan kulit. Sarah Brown, menyarankan orang-orang untuk mandi dengan suhu air yang lebih hangat daripada mandi air panas.
Orang dengan eksim bisa mandi dengan suhu air di bawah 30 derajat celcius. Selain itu, penderita eksim juga harus menghindari mandi dengan busa yang banyak.
Meskipun sabun mandi dengan banyak busa lebih harum, tapi itu bisa menyebabkan iritasi kulit lebih lanjut dan kambuh. Anda juga tidak boleh menggosok kulit dengan sabun bila menderita eksim.
Bahkan dilansir dari Express, lamanya waktu yang dihabiskan di kamar mandi juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan kulit Anda. Usahakan untuk mandi maksimal 20 menit.
Karena, mandi lebih lama dari 20 menit bisa membuat kulit semakin kering. Tak hanya itu, mandi dalam suhu ekstrem juga bisa memperburuk kondisi kulit.
Baca Juga: Peneliti: Orang Usia 50 Tahun Hasilkan Antibodi Virus Corona Covid-19 Lebih Tinggi
Sarah Brown juga menyarakan orang-orang dengan eksim untuk menjaga kamar tidurnya tetap sejuk. Anda bisa menggunakan pelembap udara untuk menjaga suhu ruangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi