Suara.com - Pasangan suami istri (pasutri) yang sedang menjalani program kehamilan bisa mengalami hambatan jika mengalami poor ovarium reserve. Apa itu?
Metode bayi tabung perlu mengetahui kondisi cadangan sel telur yang kurang baik atau poor ovarium reserve.
Ini karena kondisi cadangan sel telur yang kurang baik bisa menurunkan peluang pasutri mendapatkan keturunan.
Sayangnya, menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah IVF Centre, dr. Yassin Yanuar Mohammad, kondisi poor ovarium reserve ini tidak bisa diatasi dengan vitamin atau makanan.
Solusi terbaiknya perempuan yang sudah menikah satu tahun, dan rutin melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi tapi belum memiliki momongan, baiknya konsultasikan diri ke dokter kandungan.
"Atau bagi wanita yang sudah menginjak usia 35 tahun, sebaiknya tidak perlu menunggu setahun. Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi," tutur dr. Yassin.
Dokter yang berpraktik di RSPI Pondok Indah Jakarta Selatan juga mengingatkan bahwa, kondisi berkurangnya cadangan sel telur tidak bergejala.
Umumnya untuk memastikan kondisi ini hanya bisa dilakukan dengan dua metode, yakni melihat usia kronologis dengan mengukur kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) dan Penilaian folikel antral basal (FAB) melalui pemeriksaan USG.
"Cadangan ovarium dapat berbeda dari waktu ke waktu sehingga cara yang terbaik untuk mengonfirmasi hasil suatu pemeriksaan adalah dengan melakukan pemeriksaan tambahan," pungkas dr. Yassin.
Baca Juga: Kostum Pasutri saat Kondangan Disorot, 'Itu Suaminya Nggak Diurus Gitu?'
Berikut ini beberapa kondisi yang penyebab rendahnya cadangan sel telur, yang perlu diwaspadai:
- Kebiasaan merokok
- Memiliki endometriosis
- Memiliki riwayat operasi di indung telur
- Terpapar bahan-bahan toksik kimiawi
- Tindakan kemoterapi atau terkena paparan radiasi dalam jumlah banyak
- Autoimun
- Penyakit infeksi virus HIV
- Kelainan genetik
- Idiopatik atau faktor yang tidak dapat dijelaskan.
Berita Terkait
-
7 Mobil Pertama yang Irit BBM untuk Pasutri Baru: Harga Termurah dan Onderdil Mudah
-
Maxdecal Foodie Sasar UMKM Kuliner Indonesia Timur Bareng Pasutri Touring
-
Ramadan Jadi Momen Perkuat Hubungan Pasutri, Ini Tips Psikolog dan Ustaz untuk Rumah Tangga Harmonis
-
Korban Penganiayaan Akibat Tegur Pasutri Merokok di Motor Tak Yakin Pelaku Sudah Ditahan
-
Tergiur Rp26 Juta, Pasutri Ini Ditangkap Saat Jadi Kurir Sabu 19 Kg di Tambora
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak