Health / konsultasi
Risna Halidi | Lilis Varwati
e-health aplikasi atau telemedicine [shutterstock]

Suara.com - Layanan telemedicine menjadi solusi akses kesehatan lebih mudah hanya dari rumah. Akan tetapi, masalah biaya kerap jadi kendala jika ingin digunakan untuk seluruh anggota keluarga. 

Oleh sebab itu, inovasi teranyar diluncurkan penyedia layanan kesehatan digital untuk keluarga yang berbasis di London, Inggris, yakni MILVIK Dokter.

Telemedicine tersebut menawarkan akses dengan layanan kesehatan lengkap hanya dengan satu harga, tapi sepuasnya untuk sekeluarga.

"Layanan ini meliputi telekonsultasi 24/7 untuk dokter umum dan spesialis tanpa batasan frekuensi maupun durasi, penyediaan dan pengiriman obat serta pemeriksaan laboratorium gratis untuk sekeluarga maupun tunjangan rawat inap."

Baca Juga: Penderita Diabetes Membutuhkan Layanan Kesehatan Optimal Saat Pandemi Covid-19

"Serta panggilan telepon dari dokter setelah konsultasi dan biaya bulanan mulai Rp35 ribu per bulan per keluarga," kata Presiden Direktur PT Milvik Indonesia Wisnu Dharmawan saat konferensi pers daring, Selasa (23/11/2021) lalu.

Ia berharap kehadiran MILVIK Dokter bisa memberikan solusi terhadap masalah kesehatan masyarakay Indonesia yang biasanya hanya berkonsultasi dengan dokter saat sedang sakit.

Pengguna dapat berbicara dengan dokter tanpa batasan frekuensi dan durasi dengan biaya tetap setiap bulannya. 

Selain itu, pelanggan juga dapat dengan mudah mendapatkan saran dokter untuk meningkatkan kondisi kesehatan. Sehingga mengurangi kemungkinan jatuh sakit. 

"Bahkan jika pelanggan sakit dan membutuhkan obat, MILVIK Dokter akan menyediakan dan mengirimkan obat resep kepada pelanggan dan seluruh anggota keluarganya secara gratis. Sesuai tagline kami 'Sepuasnya, Sekeluarga!',"  kata Wisnu.

Baca Juga: Pandemi Munculkan Inovasi dalam Layanan Kesehatan Rumah Sakit

Sementara itu, aktor Tya Ariestya selaku Brand Ambassador MILVIK Dokter juga turut membagikan pengalamannya dalam menggunakan platform tersebut. Ia mengaku, keluarganya kini lebih mengandalkan telemedicine sejak terjadi pandemi Covid-19.

Komentar