Suara.com - Mitos biasanya dipengaruhi dengan budaya maupun kepercayaan tertentu yang diwariskan turun temurun. Mitos yang berkembang juga bisa bermacam-macam, termasuk salah satunya terkait dengan cara pengasuhan bayi dalam dua tahun pertama kehidupannya.
Terutama bagi orangtua baru yang kerap mendapatkan 'wejangan' dari orangtua yang sudan berpengalaman. Namun, berbagai mitos juga bisa jadi salah kaprah dan justru berbahaya bagi keselamatan bayi, lho.
Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A., sekaligus founder platform Tentang Anak, mengatakan bahwa sedikitnya ada tiga mitos terkait pengasuhan anak yang sering kali beredar di media sosial.
1. Melarang anak pakai tangan kiri
Dokter Mesty menjelaskan, anak usia dua tahun ke bawah seharusnya jangan pernah dilarang untuk menggunakan kedua tangannya untuk melakukan apapun. Karena selama masa tersebut otak anak sedang berkembang sangat pesat.
"Dan dia butuh memiliki keseimbangan otaknya, jadi perlu distimulasi terus. Kalau kita menahan dia untuk menggunakan tangan kiri, mungkin otak kanan akan terhambat," kata dokter Mesty saat webinar Tentang Anak, Jumat (26/11/2021).
2. Penggunaan baby walker
Orangtua tentu ingin agar anaknya bisa cepat berjalan. Karenanya tak jarang anak sengaja diletakan di baby walker, terutama saat orangtua sibuk melakukan aktivitasnya.
Namun, penggunaan baby walker sebenarnya sudah tidak direkomendasikan, bahkan di seluruh dunia. Dokter Mesty menyampaikan, hal tersebut lantaran banyak bayi alami kecelakaan di rumah saat menggunakan baby walker
"Justru kecelakaan paling sering terjadi saat orangtua meleng. Selain bahaya juga menyebabkan fungsi kaki tidak natural, akhirnya kaki anak jinjit. Walaupun memang tidak semua anak mengalami itu," ujarnya.
3. Melarang anak memasukkan tangan ke mulut
Fase oral terjadi selama dua tahun pertama kehidupan anak. Oleh sebab itu, tindakan anak memasukan tangan ke mulut sebenarnya wajar.
Baca Juga: Ada-Ada Saja, Pelanggaran Mitos Ini Dituding Jadi Sebab Hujan Deras Saat WSBK Mandalika
Menurut dokter Mesty, saat itu anak juga sebenarnya sedang mencari kenyamanan dengan memasukan tangan ke mulut. Sehingga tidak perlu dilarang.
"Yang perlu diperhatikan, ketika anak sering memasukan tangan ke mulut, kita harus observasi, harus pahami apa sebetulnya kebutuhan anak yang tidak terpenuhi, dan apa yang membuat dia tidak nyaman. Jadi itu yang harus diketahui," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Retinol Boleh Dicampur dengan Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Aman Dipakai Bersama
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah