Suara.com - Bagi kebanyakan orang, permasalahan jerawat di wajah hanya dianggap sebagai permasalahan pada kulit wajah. Tapi bagi sebagian yang lain, jerawat bisa memengaruhi kualitas hidup, karena menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan mental, mulai dari kecemasan, kurang percaya diri hingga depresi.
Berbagai studi menunjukkan bahwa masalah kulit tidak dapat dianggap sebelah mata. Terdapat 1,9 miliar orang di seluruh dunia yang berjuang melawan permasalahan kulit yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka sehari-hari, dan salah satunya adalah jerawat. Masalah kulit yang satu ini mempengaruhi sekitar 80% remaja dan 40% orang dewasa di dunia.
Dikatakan dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, Dermato Venereologist, bahwa jerawat merupakan salah satu dari delapan penyakit kulit yang sering terjadi, dengan perkiraan prevalensi global untuk segala usia sebesar 9,38%. Jerawat memengaruhi sekitar 85% orang dengan rentang usia 11-30 tahun.
"Jerawat bukan hanya mengganggu kesehatan kulit seseorang tetapi lebih dari sebuah permasalahan kulit, dimana sebanyak 35% kasus jerawat memiliki kecenderungan depresi yang mengganggu kualitas hidupnya,” kata dr. Fitria dalam acara Dermlive by La Roche Posay, Rabu (1/12/2021).
Salah satu penyebab jerawat adalah gangguan pada komposisi skin microbiome, yang akan menimbulkan kondisi disbiosis atau ketidakseimbangan rasio bakteri. Itu sebabnya, menurut dr. Fitria, untuk mengatasi permasalahan jerawat, kita perlu mengembalikan keseimbangan skin microbiome.
Microbiome science sendiri, dikatakan dr. Fitria, merupakan sebuah pendekatan untuk mengetahui ekosistem dari mikroorganisme hidup yang terdapat pada permukaan kulit kita. Fungsi utama skin microbiome adalah sebagai salah satu faktor yang berperan dalam menjaga fungsi sawar kulit atau skin barrier dengan optimal.
La Roche Posay, merek perawatan kulit dermatologis nomor satu di dunia, memiliki komitmen untuk memberikan manfaat dermatologis nyata yang dapat mengubah hidup masyarakat dengan kulit yang sehat #SkinLifeChanger.
Menurut Nestya Sedayu, Marketing Manager Active Cosmetics Division, L’Oréal Indonesia, “La- Roche Posay memiliki misi untuk mengembangkan opsi perawatan kulit dermatologis terbaik yang dapat mengubah kehidupan seseorang. Melalui produk, komitmen pada sains, dan bekerja sama dengan dermatolog, La Roche Posay ingin mengubah kehidupan masyarakat di Indonesia dengan mewujudkan kulit yang sehat dan menumbuhkan rasa percaya diri. We believe a better life for all skin is possible!”
La Roche Posay memiliki bahan aktif Aqua Posae Filiformis yang bermanfaat untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota kulit sehingga melawan proses peradangan dan menurunkan adhesi bakteri. Bahan aktif yang terkandung dalam La Roche Posay Effaclar Duo+ Moisturizer ini dapat mengurangi kekambuhan jerawat.
Baca Juga: Orangtua Perlu Tahu, Begini Tanda Anak Stres Hingga Alami Gangguan Kesehatan Mental
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh