Suara.com - Virus corona Seperti diketahui, varian Omicron ini saat ini terdeteksi di sebagian negara, termasuk Malaysia dan Singapura. Situasi ini membawa kekhawatiran tersendiri untuk di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menegaskan bahwa hingg 3 Desember yang lalu varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia.
“Karena itu kita harus waspada, dan Pemerintah masih terus melakukan berbagai upaya pencegahan,” ungkapnya dalam acara Radio Kesehatan: Waspada Varian Omicron, Tetap Jaga Protokol Kesehatan, Senin (6/12/2021), kemarin.
Untuk itu dr. Reisa menyarankan perlu ada pengetatan pintu bandara masuk antar negara. Hal itu untuk mencegah kebobolan seperti dari pengalaman sebelumnya.
“Caranya gimana? Memperpanjang masa karantina dan skrining ketat pelaku perjalanan internasional. Kalau dari Satgas Covid-19 sudah mengeluarkan addendum nomor 23 tahun 2021, terkait ketentuan pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia,” ungkap dr. Reisa.
“Ada juga Surat Edaran dari Menteri Perhubungan nomor 106 Tahun 2021, yang berlaku sejak 3 Desember 2021 yang lalu. Salah satu isinya adalah, mengatur masa karantina yang semula tujuh hari menjadi sepuluh hari,” terangnya.
Atas dua Surat Edaran tersebut, pelaku perjalanan WNA dan WNI yang diperbolehkan masuk ke Indonesia selain sebelas negara yang terdampak Omicron, wajib karantina 10 x 24 jam. Tak hanya itu, para pelaku perjalanan juga perlu lakukan tes PCR ulang.
“Tapi, kalau WNA dari sebelas negara yang terdampak Omicron, dilarang masuk ke Indonesia terlebih dahulu. Kalau misalnya WNI dari negara tersebut, itu masih diperbolehkan dengan syarat yang ketat. Tentu karantina nya berbeda, yaitu 14 hari,” kata dr. Reisa.
Sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, varian Omicron masuk dalam kategori Variant Of Concern, di mana varian ini telah terdeteksi di beberapa negara. Mulai dari Botswana, Hong Kong, Inggris, Israel, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Lesotho, Eswatini, Angola, dan Zambia.
Baca Juga: Tren Penelusuran di Google Versi Orang Indonesia Selama Pandemi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak