Suara.com - Diabetes tipe 2 termasuk salah satu penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi kesehatan. Untuk itu, perlu dilakukan upaya pencegahan agar kondisi tidak semakin parah.
Sebuah studi baru di Journal of Science and Medicine in Sport menyoroti satu upaya untuk pencegahan risiko diabetes tipe 2 yang nampak sepele tapi efektif, yakni dengan lebih sering berdiri.
Dilansir dari Very Well Fit, semua peserta dalam penelitian yang terlibat berisiko terkena diabetes tipe 2.
Mereka mengamati 64 pria dan wanita dengan sindrom metabolik, sekelompok kondisi termasuk tekanan darah tinggi dan lingkar pinggang yang lebih besar, yang cenderung menempatkan orang pada risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 serta penyakit jantung dan stroke
Ketika peserta dalam penelitian ini berdiri, mereka menunjukkan sensitivitas insulin yang lebih baik, hasil yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya pada populasi ini, menurut rekan penulis studi Taru Garthwaite , PhD(c), dari University of Turku di Finlandia.
"Temuan ini seharusnya mendorong orang untuk mengganti sebagian waktu duduk harian mereka dengan berdiri lebih sering," katanya.
"Itu terutama benar jika seseorang tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik."
Sensitivitas insulin mereka diukur saat duduk, berdiri, dan aktif secara fisik. Hal ini penting karena insulin adalah hormon kunci dalam metabolisme energi dan regulasi gula darah, dan ketika sensitivitas terganggu, dapat menyebabkan keadaan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Pada peserta, terlihat peningkatan sensitivitas insulin seluruh tubuh ketika mereka berdiri, kemungkinan karena penggunaan otot yang diperlukan untuk berdiri.
Baca Juga: Sakit Gusi Tak Kunjung Sembuh, Waspada Tanda Kena Diabetes
Meskipun berdiri sendiri menunjukkan sejumlah manfaat yang mengejutkan, Dr. Garthwaite menekankan bahwa Anda mendapatkan lebih banyak manfaat dari olahraga teratur.
Anehnya, orang-orang dalam penelitian yang melakukan olahraga sedang hingga berat tidak memiliki sensitivitas insulin langsung. Tetapi dia mengatakan bahwa hal itu dapat terjadi seiring waktu melalui perubahan komposisi tubuh.
Misalnya, menurunkan berat badan dapat membantu metabolisme, termasuk pengaturan gula darah, dan olahraga dapat memainkan peran penting dalam pengelolaan berat badan tersebut, catatnya.
"Ini berarti olahraga memberikan efek yang lebih tidak langsung dibandingkan dengan berdiri, yang memiliki efek lebih langsung pada sensitivitas insulin," kata Dr. Garthwaite.
Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis menahun yang terjadi pada tubuh ketika tidak dapat memproduksi insulin dengan baik.
Pada penderita diabetes tipe 2, mereka memiliki kadar insulin yang cukup, tetapi insulin tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mengontrol gula dalam darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?