Suara.com - Saat ini, vaksin Covid-19 tetap menjadi cara terbaik untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19 dan variannya. Meskipun begitu, dua dosis vaksin Covid-19 diketahui kurang melindungi diri dari varian Omicron.
Dr. Susan Hopkins mengatakan, orang yang sudah suntik dua dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca masih kurang terlindungi dari varian Omicron. Tetapi, ia tetap mendesak semua orang untuk suntik vaksin AstraZeneca lengkap.
Susan Hopkins mengatakan dua dosis suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca sangat mungkin mencegah infeksi parah virus corona Covid-19.
Namun setelah 3 bulan, orang-orang yang sudah suntik vaksin AstraZeneca lengkap akan memiliki tingkat perlindungan yang menurun. Hal ini juga terjadi pada orang yang menerima suntikan vaksin Pfizer.
"Tapi, vaksin Covid-19 ini tetap memiliki efektivitas 77 persen untuk mengurangi infeksi gejala virus corona di masyarakat," kata Susan Hopkins dikutip dari Express.
Peringatan mengenai pentingnya vaksin Covid-19 ini muncul setelah Badan Keamanan Kesehatan Inggris merilis peningkatan kasus infeksi harian sejak terdeteksinya varian Omicron.
Badan pengawas kesehatan mencatat peningkatan harian mencapai 633 kasus varian Omicron, sehingga jumlah total keseluruhan kasus virus corona Covid-19 menjadi 1.898.
Varian Omicron yang sangat dikhawatirkan ketika pertama kali terdeteksi ini pun berpotensi menyebabkan lonjakan kasus infeksi virus corona pada beberapa bulan mendatang.
"Kami masih dalam tahap memahami varian Omicron. Jika Anda pernah mengalami infeksi sebelumnya atau sudah vaksinasi, kami berharap Anda tidak mengalami gejala yang terlalu parah," jelasnya.
Baca Juga: Studi: Vaksin Covid-19 dari Hidung Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona
Di Inggris, Hopkins melihat hanya sedikit orang usia 70 tahun ke atas yang mengalami gejala parah akibat virus corona Covid-19 di rumah sakit.
"Kami meminta semua orang untuk melakukan tindakan pencegahan dengan memakai masker, memperhatikan sirkulasi udara dan vaksinasi," jelasnya.
Hopkin juga menambahkan bahwa laporan kasus pasien dengan varian Omicron yang menjalani rawat inap di rumah sakit pun mulai bertambah dalam beberapa hari terakhir.
Hanya saja, sejauh ini mereka belum melihat adanya kasus kematian akibat varian Omicron. Meski begitu, para ahli menduga masih ada kemungkinan nanti jumlah ini akan meningkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!