Suara.com - Studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Oregon University di Amerika Serikat menemukan bahwa vaksinasi Covid-19 benar-benar bisa memengaruhi siklus menstruasi perempuan.
Lalu, apakah dampaknya permanen?
Mengutip ABC News, Sabtu (8/1/2022), penelitian tersebut menemukan bahwa vaksinasi menyebabkan perubahan siklus menstruasi yang bersifat sementara, dan bukan permanen.
Fakta ini diungkap para peneliti di Oregon Health and Science University, yang diterbitkan di jurnal Obstetrics & Gynecology.
Rerata perubahan yang dialami setelah vaksinasi, berupa keterlambatan satu hari periode menstruasi.
Efek yang bersifat sementara ini, siklus menstruasi akan kembali normal dalam satu atau dua bulan setelah disuntik vaksinasi lengkap.
Adapun penelitian ini mengevaluasi siklus menstruasi nyaris 4.000 perempuan yang menggunakan Natural Cycles, yakni aplikasi pengendalian kelahiran yang disetujui BPOM AS, FDA.
"Penelitian ini bisa menjawab berbagai pertanyaan seputar dampak vaksin Covid-19 pada siklus menstruasi, karena kurangnya bukti sebelum penelitian kami dilakukan," ujar Dr. Jack Pearson, Peneliti Medis Utama Cycles melalui pernyataanya.
Namun peneliti menekankan, meski mempengaruhi siklus menstruasi, bukan berarti vaksin Covid-19 akan berdampak pada kesuburan di masa kini atau masa depan.
Baca Juga: Tegas! Mayo Clinic Pecat 700 Pegawai yang Tolak Disuntik Vaksinasi Covid-19
Sementara itu, penelitian ini mendapat dukungan dana sebesar 1,6 juta dollar atau setara Rp22,9 miliar dari National Institutes of Health (NIH), yang diberikan kepada lima universitas di seluruh negeri, termasuk di dalamnya Oregon University.
Program penelitian di lima universitas ini dimulai sejak Agustus 2021, dilakukan untuk menjawab keluhan dan aspirasi dari banyak perempuan yang mengaku mengalami perubahan siklus menstruasi setelah divaksinasi Covid-19.
Hasilnya kurang dari 6 bulan Oregon Health and Science University mampu menyelesaikan dan mempublikasikan hasilnya.
Berita Terkait
-
Bolehkah Wanita Haid Itikaf di Masjid? Ini 6 Amalan Pengganti untuk Raih Lailatul Qadar
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Minum Air Putih Saat Menstruasi, Bukan Sekadar Mitos dan Bisa Redakan Nyeri Haid
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'
-
5 Smartwatch yang Bisa Pantau Siklus Menstruasi, Praktis dan Stylish!
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab