Suara.com - Mulanya, masker kain memang disarankan untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Meskipun, efektivitasnya mencegah partikel kecil virus corona tidak sebaik masker medis, seperti masker bedah, masker KN95 dan lainnya.
Tapi, sekarang Anda harus tahu bahwa masker kain tidak melindungi Anda dari infeksi virus corona Covid-19, baik itu disebabkan oleh varian virus corona yang ringan atau tidak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan penggunaan masker sebagai bagian dari tindakan pencegahan dan pengendalian untuk membatasi penyebaran virus corona Covid-19.
Dalam pedomannya yang dikeluarkan pada Desember 2020, WHO telah menginformasikan bahwa masker saja tidak cukup untuk memberikan perlindungan yang memadai, bahkan jika digunakan dengan benar.
Tapi, penggunaan masker yang dibarengi dengan kebiasaan sanitasi atau cuci tangan yang tepat bisa membantu mencegah penularan virus corona Covid-19.
Saat ini dilansir dari Times of India, ada berbagai jenis masker yang digunakan untuk mencegah virus corona Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengkategorikan masker dalam jenis berikut.
- Masker kain yang terbuat dari kapas atau kain sintetis
- Masker bedah dengan 3 lapisan yang harus dibuang sekali pakai
- Masker KN95 atau respirator sebagai masker non-medis dengan desain lengkung empat atau lima lapis
Dalam hal ini, masker kain memang mampu menyaring tetesan pernapasan yang dikeluarkan pemakainya ketika berbicara, batuk atau bersin.
Masker kain juga berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi pemakainya dari menghirup tetesan yang dikeluarkan oleh orang lain.
Masker kain yang paling efektif terbuat dari beberapa lapisan, yakni kain yang ditenun rapat seperti kapas. Karena, masker kain ini akan mencegah lebih banyak tetesan pernapasan yang masuk dan keluar dari mulut serta hidung.
Baca Juga: Menangis hingga Mesti Dibujuk, Ragam Ekspresi Bocah-bocah Sumsel Vaksin COVID-19
CDC mengatakan hanya masker kain yang memiliki kawat hidung, dan terbuat dari kain yang menghalangi cahaya yang efektif melindungi diri dari virus corona Covid-19.
Menurut American Conference of Governmental Industrial Hygienists, seseorang bisa tertular virus corona Covid-19 dalam waktu 15 menit bila berada dalam kurang dari 6 kaki dengan orang lain tanpa memakai masker.
Sedangkan, masker kain hanya mampu melindungi diri dari penularan virus corona Covid-19 dalam kurun waktu 27 menit.
Sementara, masker N95 atau respirator mampu melindungi diri dari penularan virus corona selama 2.500 jam.
Studi lebih lanjut juga menemukan bila orang yang terinfeksi memakai masker kain dan orang di sekitarnya memakai masker N95, maka virus tidak bisa menjangkau orang di sekitarnya selama 2,5 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?