Suara.com - Gangguan cemas adalah masalah kesehatan jiwa yang bisa menyerang siapa saja, termasuk pasangan Anda. Jika ini sedang Anda alami, jangan kehilangan harapan. Sebab, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantunya.
Tidak mudah hidup bersama orang dengan gangguan cemas. Namun dengan penanganan yang tepat, Anda bisa membantunya menyadari bahwa ketakutan terburuk yang mereka pikirkan belum tentu terjadi.
Mengutip Very Well Mind, berikut ini sejumlah langkah yang bisa Anda lakukan untuk mendukung pasangan.
1. Gangguan cemas hanya penyakit
Gangguan cemas merupakan penyakit kejiwaan. Sama seperti penyakit lainnya, gangguan cemas bisa ditangani dengan pengobatan rutin. Sehingga, Anda tidak boleh menyamakan pasangan Anda dengan kondisi yang dialaminya.
Ingat, pasangan Anda bukan sekadar pasien gangguan jiwa yang butuh bantuan, tapi juga orang yang sangat Anda cintai dan bertujuan memberikan Anda kebahagiaan.
2. Jangan cari penyebabnya
Tidak ada gunanya mencari tahu dari mana pasangan Anda mendapatkan gangguan cemas. Penyakit ini bisa datang dari berbagai faktor, seperti geentik, lingkungan, hingga obat-obatan yang dikonsumsi.
Pasangan Anda tentu tidak ingin menjadi pasien gangguan cemas. Namun karena sudah terjadi, yang bisa Anda lakukan adalah membantunya mengatasi ketika serangan panik menyerang.
Baca Juga: Benarkah Punya Hewan Peliharaan Baik Untuk Kesehatan Mental, Ini Faktanya
3. Dengarkan keluh kesahnya
Sembari Anda belajar mengerti apa yang sedang dihadapi oleh pasangan, coba berusaha untuk lebih “peka” dengan kondisi saat ini. Jadilah pendengar yang baik di segala situasi, terlebih saat ia sedang bercerita mengenai keluh kesahnya.
Hindari terlalu memaksakan pendapat pribadi yang malah akan memperkeruh suasana dan kecemasan pasangan. Anda boleh saja mengungkapkan saran untuknya, tapi sebaiknya memang saat pasangan meminta saran dari Anda.
Pastikan cara penyampaiannya halus, tidak menyulut emosi, sehingga lebih mudah dipahami oleh orang terkasih. Dengan begitu, mereka tahu bahwa Anda benar-benar peduli dan menyayanginya.
4. Cari cara untuk mengurangi kecemasan Anda sendiri
Mengutip Hello Sehat, Paulette Sherman, Psy.D., seorang psikolog yang asal New York City dan penulis sekaligus penulis Dating from the Inside Out, bahwa kecemasan adalah energi yang ternyata bisa menular.
Berita Terkait
-
Seni Regulasi Emosi Ala Zengo di Buku Jangan Cemas Karya Shunmyo Masuno
-
Anak yang Terbelenggu Kecemasan dan Sistem Pemerintahan yang Abai
-
Like, Validasi, dan Kecemasan: Harga Psikologis Mahasiswa di Era Sosmed
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Bukan Drama, Ini 5 Respons Penyintas Trauma yang Sering Disalahpahami
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!