Suara.com - Virus corona varian omicron yang sangat menular terbukti secara ilmiah sebabkan gejala lebih ringan daripada strain delta. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan bahwa omicron tetap menjadi virus yang berbahaya, terutama bagi orang yang belum divaksinasi.
Kepala WHO Tedros Adhanom mengatakan bahwa lebih dari 90 negara belum mencapai target vaksinasi Covid-19 minimal 40 persen dari populasi. Selain itu, lebih dari 85 persen orang di Afrika juga belum menerima dosis vaksin sama sekali.
"Kita tidak boleh membiarkan virus ini naik bebas, terutama ketika begitu banyak orang di seluruh dunia belum divaksinasi," kata Tedros dalam konferensi pers WHO, dikutip dari Channel News Asia.
Dalam laporan epidemiolog mingguan WHO pada Selasa (11/1), dikatakan bahwa kasus positif Covid-19 di dunia meningkat hingga 55 persen, atau 15 juta kasus baru hanya dalam 7 hari, sejak 3-9 Januari 2022. Angka tersebut menjadi kasus mingguan terbanyak sejak pandemi terjadi.
Tedros mengonfirmasi bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 di dunia saat ini disebabkan paparan varian omicron.
"Lonjakan besar dalam infeksi ini didorong oleh varian omicron yang dengan cepat menggantikan delta di hampir semua negara," katanya.
Dia mengatakan mayoritas orang yang dirawat di rumah sakit di seluruh dunia dengan Covid-19 tidak divaksinasi. Oleh sebab itu, jika penularan tidak dibatasi, ada risiko lebih besar varian baru kembali muncul yang bahkan bisa lebih menular, dan lebih mematikan dari omicron.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia