Suara.com - Mengidap kanker tidak menjadi penghalang untuk tetap aktif secara fisik dan bisa berolahraga. Secara psikologi, aktif bergerak juga bisa memperbaiki mental pasien menjadi lebih kuat selama menjalani proses pengobatan.
“Peningkatan olahraga kardio bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radiasi bisa menjadi faktor dalam peningkatan kualitas hidup," kata psikolog Dra. Tri Iswardani, M.Si., dalam siaran pers Zumba®, Rabu (23/2/2022).
Olahraga kardio seperti zumba bisa jadi pilihan bagi pasien kanker. Tri menjelaskan bahwa olahraga kardio bekerja melibatkan dua sistem yang berjalan bersama satu sama lain pada pasien kanker, yaitu jantung dan sistem peredaran
darah serta sistem pernapasan. Sehingga, hal ini bisa melancarkan peredaran darah yang bukan hanya bermanfaat dalam kesehatan tubuh, tapi juga mengurangi risiko depresi.
"Dengan melibatkan antara gerak dan lagu yang menyenangkan, zumba dapat meningkatkan suasana hati dan mempererat hubungan sosial bila dilakukan bersama-sama. Selain itu, Zumba juga dapat menjaga pikiran tetap tajam, meningkatkan harga diri, meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi kesepian, meringankan depresi, menurunkan kecemasan, dan meningkatkan daya ingat," papar Tri.
Sementara itu, Cancer exercise trainer bersertifikat di Mayo Clinic Healthy Living Program, Sara Mansfield, M.S., juga mengatakan bahwa aktivitas fisik dapat membantu tahapan proses bagi pasien sebelum, selama, dan setelah perawatan kanker.
Karena, kurang bergerak selama proses pengobatan kanker justru berpotensi sebabkan penurunan sejumlah fungsi organ.
“Keluarga maupun orang terdekat mungkin mendesak seseorang dengan diagnosis kanker untuk beristirahat. Tetapi, itu dapat menyebabkan penurunan fungsional," kata Sara.
Bagaimana pun, dibutuhkan sejumlah aktivitas fisik untuk memelihara masa otot tanpa lemak dan memberikan rasa nyaman juga bahagia secara emosional. Kegiatan dan latihan fisik seperti zumba tidak hanya dapat membantu pasien untuk melawan gejala-gejala yang timbul, tapi juga memperbaiki kesejahteraan emosional.
"Dan mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan yang lain, seperti misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan osteoporosis," ujar Sara.
Baca Juga: Efek Olahraga pada Anak Muda dan Orang Tua Berbeda, Ini Sebabnya
Menurut Sara, pedoman aktivitas fisik untuk penderita kanker serupa dengan yang direkomendasikan untuk semua orang, yakni 150 menit aktivitas intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi setiap minggunya.
Namun, tentu saja setiap pasien diharuskan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menanganinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD