Suara.com - Pasangan menggunakan pelumas untuk menghilangkan ketidaknyamanan dan rasa kering sela,a berhubungan seksual.
Pelumas yang paling aman dan efektif adalah yang memiliki sifat mirip dengan cairan vagina atau rektal alami, menurut Medical News Today.
Namun, terkadang pelumas dapat memengaruhi motilitas sperma (kemampuan sperma berenang untuk mencapai sel telur) dan akan mencegah pembuahan.
Sehingga banyak pasangan mengganti produk pelumas pabrikan dengan berbahan alami.
Berikut beberapa pelumas alami yang umum digunakan masyarakat dan pendapat dokter tentang penggunaannya:
1. Putih telur
Beberapa orang melaporkan mereka menggunakan putih telur sebagai pelumas alami.
Meski putih telur mungkin menyerupai cairan vagina selama masa ovulasi, dokter tidak merekomendasikan menggunakannya di vagina karena keamanannya tidak diketahui.
2. Lidah buaya
Baca Juga: 6 Zodiak yang Lebih Utamakan Seks daripada Cinta
Beberapa orang menggunakan lidah buaya atau produk berbahan dasar lidah buaya sebagai pelumas alami.
Namun, mengoleskan lidah buaya pada kulit dapat menimbulkan efek samping, seperti kemerahan, sensasi terbakar, sensasi menyengat, ruam, dan reaksi alergi.
Selama kehamilan, beberapa wanita telah menggunakan lidah buaya dan mengalami kontraksi rahim.
Vagina dan rektum memiliki kulit dengan sifat yang berbeda. Jadi, kemungkinan tidaks semua wanita akan mengalami reaksi yang sa,a terhadap lidah buaya.
3. Minyak
Beberpaa studi dari Afrika menyelidiki barang-barang rumah tangga yang dapat digunakan sebagai pelumas vagina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius