Suara.com - Tahukah Anda perbedaan maag dan asam lambung? Keduanya sering disalahpahami sebagai hal yang sama, padahal terdapat perbedaan yang jelas. Artikel ini, kemudian akan membahas beberapa perbedaan antara keduanya, agar lebih mengenal bagaimana cara mengatasinya.
Keduanya sama-sama merupakan jenis gangguan lambung, yang terkait dengan pencernaan. Namun sebenarnya ada perbedaan pada gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Simak perbedaan maag dan asam lambung di bawah ini.
Perbedaan Maag dan Asam Lambung Dilihat dari Gejala
Untuk gejala maag sendiri, antara lain adalah sebagai berikut.
- Perut terasa penuh saat makan, bahkan sebelum makanan habis.
- Perut terasa tidak nyaman dalam jangka waktu yang lama.
- Bagian ulu hati terasa nyeri.
- Terus menerus buang air dan bersendawa.
- Perut terasa kembung di bagian atas.
- Mual dan muntah.
Selanjutnya gejala asam lambung, bisa dilihat di sini.
- Dada terasa terbakar setelah makan (biasa terjadi di malam hari).
- Makanan atau asam lambung naik sampai ke atas tenggorokan.
- Nyeri dada.
- Kesulitan menelan
- Ada rasa mengganjal pada kerongkongan
- Batuk kronis.
- Suara serak akibat pita suara yang bengkak.
- Terasa sesak napas atau gejala asma.
- Gangguan tidur
Perbedaan Penyebabnya
Berlanjut ke poin kedua, terkait perbedaan penyebab maag dan asam lambung.
Penyebab maag adalah iritasi pada bagian dinding lambung. Saat asam lambung naik atau terdapat luka pada lambung, maka dinding lambung bisa mengalami iritasi dan disertai gejala di atas.
Untuk penyebab munculnya gangguan asam lambung adalah naiknya asam lambung karena cincin esofagus melemah dan tidak bisa menahan makanan kembali ke kerongkongan disertai cairan dari lambung.
Baca Juga: Ini 4 Cara Mengatasi Maag saat Puasa, agar Tidak Kambuh dan Ibadah Tetap Nyaman
Pengobatan Maag vs Asam Lambung
Sebenarnya secara mendasar, kedua gangguan lambung ini disebabkan oleh hal yang sama, yakni asam lambung. Maka dari itu, obat yang digunakan juga akan mirip, misalnya seperti obat dengan kandungan ranitidin.
Meski demikian perbedaan terletak pada bagian durasi pengobatan. Penderita asam lambung akan memerlukan pengobatan yang lama karena kerusakan lambung yang parah. Sedangkan pada maag, pengobatannya cenderung hanya sebentar karena merupakan gejala ringan saja.
Itu tadi, sedikit penjelasan terkait perbedaan maag dan asam lambung secara umum. Tentu, diagnosis dari dokter diperlukan untuk memastikan apakah Anda menderita maag atau asam lambung, agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Semoga berguna, dan selamat beraktivitas!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem