Suara.com - Manfaat vaksinasi bagi kesehatan anak tidak perlu lagi diragukan, termasuk vaksin COVID-19. Penelitian terbaru membuktikan, vaksinasi membantu anak terhindar dari risiko rawat inap.
Dilansir ANTARA Kamis (31/3/2022), anak berusia 5-11 tahun penerima vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech 68 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron di Amerika Serikat dibandingkan dengan anak yang tidak divaksin.
Sedangkan remaja berusia 12-18 tahun yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.
Risiko lebih serius yang muncul, seperti kebutuhan bantuan pernapasan mekanis atau kematian, hampir 80 persen lebih rendah terjadi pada penerima vaksin di kelompok usia tersebut.
Riset tersebut dilakukan ilmuwan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan Rumah Sakit Anak Boston dan laporannya diterbitkan di New England Journal of Medicine.
"Infeksi seperti COVID dan infeksi pernapasan memiliki tingkat keparahan yang berbeda," kata peneliti CDC Dr Manish Patel. "Akan tetapi tindakan untuk melawan penyakit parah masih dapat dipertahankan."
Riset itu melibatkan pasien yang divaksin dan yang tidak divaksin dengan dan tanpa infeksi COVID-19 di 31 rumah sakit di 23 negara bagian.
Vaksin bekerja lebih baik melawan varian Delta, yang menyebar tahun lalu. Keampuhan vaksin dalam mencegah rawat inap di kalangan remaja ketika varian Delta dominan mencapai sekitar 93 persen, menurut riset.
Hasil riset CDC lebih baik untuk kelompok usia yang lebih muda dibanding riset dari tim peneliti negara bagian New York yang dipublikasikan pada Februari.
Riset itu menemukan bahwa vaksin mempunyai efikasi sekitar 48 persen untuk mencegah rawat inap pada anak-anak dan 73 persen di kalangan remaja selama Januari 2022.
"Sebagian besar anak-anak yang mengalami penyakit kritis tidak disuntik vaksin," kata Patel. "Dan kami harus mampu mencegahnya dengan tindakan sederhana berupa vaksinasi."
Berita Terkait
-
Kimia Farma dan Pfizer Genjot Vaksinasi Pneumonia
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan