Suara.com - Seorang perempuan didiagnosis mengalami sexomnia. Ia bisa berhubungan seks secara tidak sadar dalam tidurnya.
Sementara itu, ilmuwan Inggirs membuat rapid test Covid-19 yang mampu memprediksi dengan akurat. Hal itu bisa membantu mendeteksi kasus Covid-19 untuk mencegah penularan. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.
1. Perempuan Ini DIdiagnosis Mengalami Sexomnia, Apa Itu?
Seorang perempuan yang dilaporkan menderita sexsomnia telah mengungkapkan bagaimana kondisi tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah yang kerap datang setiap malam.
Kondisi yang sebagian besar tidak diketahui ini mirip dengan tidur sambil berjalan, tetapi melibatkan tindakan seks.
2. Beda dengan Tes Antigen, Ilmuwan Inggris Buat Rapid Test Covid-19 yang Lebih Akurat!
Para ilmuwan Inggris telah menemukan sebuah alat tes cepat atau rapid test untuk virus corona Covid-19 yang lebih sensitif daripada alat tes cepat lainnya.
Rapid test virus corona Covid-19 ini membantu mendeteksi perubahan suhu ketika virus mengikat partikel nano yang secara molekuler terkesan pada perangkat cetak 3D.
Baca Juga: Australia Temukan Paparan Subvarian Omicron BA4 dan BA5 di Sampel Air Limbah, Apa Risiko Bahayanya?
3. Hati-hati, Ini 5 Tanda Tubuh Anda Kurang Bergerak dan Jarang Olahraga!
Dua tahu pandemi virus corona Covid-19 ini membuat banyak orang jarang bergerak, karena aturan isolasi mandiri di rumah, larangan berpergian dan aktivitas lainnya di luar.
Sedangkan, jarang bergerak bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Update Covid-19 Global: Warga Shanghai Dipaksa Serahkan Rumah untuk Pusat Karantina
Update Covid-19 global hari ini menunjukan kasus yang melonjak di Shanghai, China dan memicu bentrokan warga yang dipaksa menyerahkan rumah mereka sebagai pusat karantina.
Di sisi lain memang banyak negara sudah memberlakukan hidup berdamai dengan Covid-19 tapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan, itulah sebabnya data Worldometers, Sabtu (16/4/2022) masih menunjukan kenaikan kasus.
5. Update Covid-19 Global: Gelombang Omicron Mereda, Korea Selatan Berencana Longgarkan Pembatasan
Update Covid-19 global menunjukkan pertambahan sebanyak 935.580 kasus dalam sehari pada Jumat (15/4/2022) pagi. Laporan kasus positif harian terbanyak itu ada di Jerman dengan jumlah 160.914 kasus.
Di waktu yang sama, sebanyak 3.365 orang meninggal dunia dalam sehari akibat terinfeksi virus corona SARS Cov-2 tersebut, dengan angka kematian terbanyak ada di Amerika Serikat yang melaporkan 361 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia