Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ungkap alasan anak perempuan usia kelas 5 dan 6 SD dipilih sebagai penerima vaksin HPV gratis atau vaksin kanker serviks dibanding usia lainnya.
Dijelaskan Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, bahwa dengan memvaksinasi anak perempuan usia antara 10 hingga 13 tahun, maka cukup hanya diberikan 2 dosis vaksin human papilloma virus atau vaksin HPV.
"Sementara kalo kita berikan saat usianya belum 13 tahun, pemberiannya cukup 2 kali dosis dan efektif," ujar Prima saat dihubungi suara.com, Selasa (19/4/2022).
Ia mengatakan saat ini belum ada vaksin kanker serviks gratis untuk perempuan di atas usia 13 tahun, karena membutuhkan 3 dosis vaksin HPV.
Itulah sebabnya Kemenkes ingin lebih dulu fokus kepada usia anak perempuan yang lebih efektif, untuk menerima vaksin pencegah kanker serviks.
"Saat ini kami hanya mengambil usia yang belum menginjak 13 tahun karena studi yang lalu, jika usianya sudah berada di atas 13 tahun, maka pemberiannya harus 3 kali dosis vaksin. Jadi ya kita berhemat 1 dosis, karena itulah kita ngejar di usia segitu," tutur Prima.
Seperti diketahui, adanya vaksin HPV efektif berikan pada anak perempuan saat mereka belum melakukan hubungan seksual, penetrasi penis ke vagina.
Ini karena lewat hubungan seksual itulah virus HPV bisa masuk ke rahim, dan bisa menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim, salah satu kanker dengan tingkat keganasan 90 persen, sehingga sangat berisiko sebabkan kematian.
Usia 10 hingga 13 tahun juga dinilai ideal, karena pada masa itu sebagian besar anak perempuan Indonesia baru memasuki masa pubertas. Sehingga belum mengenal atau dinilai belum melakukan hubungan seksual sesama lawan jenis.
Baca Juga: Perempuan Wajib Vaksin Serviks, Menkes Budi: Gratis
Sementara itu, di Indonesia sendiri kanker serviks jadi penyakit dengan jumlah penderita terbesar kedua setelah kanker payudara.
Angka kejadian kasus baru kanker serviks sesuai data GLOBOCAN, 2018 untuk perempuan di Indonesia berkisar 32.469 kasus atau 17,2 persen dengan angka kematian 18.279 atau 8,8 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala