Suara.com - Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Ini adalah penyakit akut tiba-tiba dengan gejala seperti sakit kepala, demam, kelelahan, nyeri otot dan sendi yang parah, pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati ), serta munculnya ruam. Lantas, apa saja gejala DBD pada anak?
Diketahui, demam berdarah atau DBD dapat menyerang siapa saja tetapi cenderung lebih parah pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Selain itu, DBD juga cukup banyak menyerang anak-anak. Oleh karena itu, pastikan agar menjaga tubuh tetap dalam keadaan imun atau sistem kekebalan yang baik.
Gejala DBD pada Anak
Melansir dari situs Medicine Net, Senin (25/4/2022), demam berdarah adalah bentuk penyakit virus yang lebih parah. Gejalanya meliputi sakit kepala, demam, ruam, dan adanya pendarahan (hemorrhage) di dalam tubuh.
Selain itu, petechiae (bintik-bintik merah kecil atau bercak ungu atau lecet di bawah kulit), pendarahan di hidung atau gusi, tinja hitam, dan mudah memar adalah juga jadi beberapa gejala demam berdarah.
Umumnya, semam berdarah dimulai dengan gejala seperti flu non- spesifik seperti menggigil, sakit kepala, nyeri di belakang mata yang dapat memburuk saat menggerakkan mata, kehilangan nafsu makan, merasa tidak enak badan (malaise), dan sakit punggung bawah. Selain itu, ada juga beberapa gejala umum lainnya yakni sebagai berikut:
- Nyeri yang menyakitkan di kaki dan persendian terjadi selama jam-jam pertama sakit
- Suhu naik dengan cepat setinggi 104 F (40 C), dengan detak jantung yang relatif rendah (bradikardia)
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Mata memerah
- Ruam kemerahan atau merah muda pucat muncul di wajah dan kemudian menghilang
- Kelenjar getah bening di leher dan selangkangan sering membengkak
- Demam tinggi dan umumnya berlangsung selama 2 sampai 4 hari, diikuti dengan penurunan suhu tubuh yang cepat (defervescence) dengan keringat yang banyak
- Suhu normal yang berlangsung sekitar satu hari, lalu suhu kembali naik secara cepat pada hari berikutnya
- Muncul ruam gatal berbintik merah kecil (petechiae) berbarengan dengan demam serta menyebar ke anggota tubuh kecuali wajah
- Telapak tangan maupun telapak kaki biasanya berwarna merah cerah serta bengkak
Demikian informasi mengenai gejala DBD pada anak yang penting untuk diketahui. Jika para orangtua melihat sang anak mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera bawa ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan dan pengobatan.
Kontributor : Ulil Azmi
Baca Juga: Penyebab Demam Berdarah Dengue Bisa Sebabkan Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!