Suara.com - Masyarakat yang akan berangkat mudik telah diminta untuk lakukan vaksinasi booster Covid-19 sejak 1-2 minggu sebelum keberangkatan. Tujuannya, agar masih ada waktu untuk antibodi terbentuk secara utuh.
"Jangan mau pulang (mudik) lusa, sekarang baru divaksin, itu belum mendapatkan perlindungan. Kalau terjadi hal seperti itu (terinfeksi Covid-19) nanti vaksin yang disalahkan," kata ahli penyakit menular Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K)., dalam webinar bersama AstraZeneca Indonesia, Rabu (27/4/2022).
Tetapi, apabila terpaksa baru disuntik vaksin booster saat dalam perjalanan mudik, dokter Erlina mengingatkan jangan langsung melanjutkan perjalanan begitu selesai divaksinasi. Tetap harus melakukan evaluasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menunggu selama 30 menit di sentra vaksinasi untuk melihat reaksi segera.
"Mungkin ada faktor alergi dan lain-lain. Tapi meskipun demikian sebetulnya pemantauan bisa sampai 1 bulan. Perkara apakah seseorang itu dianjurkan untuk istirahat, kalau memang pada orang tertentu yang lemah, ada yang disuntik kemudian merasa lemas, ngantuk, juga demam, sakit kepala, untuk yang demikian tentu saja istirahat," saran dokter Erlina.
Ia bercerita kalau dirinya sendiri sempat alami efek samping vaksin booster Covid-19 berupa meriang juga nyeri di tangan. Sehingga, perlu membatasi aktivitas.
Menurutnya, istirahat pasca divaksinasi sebenarnya bukan hal mutlak yang harus dilakukan. Tetapi, masyarakat juga perlu memahami kondisi tubuh agar tidak kelelahan selama mudik.
"Jangan terlalu capek saat mudik, makan yang teratur, banyak bergembira, banyak istirahat. Jangan mudik malah stres, berantem, nikmati waktu mudik anda dengan hal-hal yang menggembirakan," pesannya.
Vaksinasi booster dadakan dengan waktu keberangkatan membuat antibodi yang terbentuk belum utuh. Untuk itu, dokter Erlina mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama mudik.
"Berangkat mudik baru booster tidak memberikan perlindungan yang sesuai diharapkan karena sistem imun kita butuh waktu untuk bereaksi terhadap vaksin. Jadi sebetulnya sudah terlambat. Tapi walaupun terlambat tidak apa-apa, minimal sudah booster maka akan ada perlindungan berikutnya. Tapi memang pada saat mau berangkat, jadi perlindungan yang belum ada maka disiplin lah dengan protokol kesehatan," pungkas dokter Erlina.
Baca Juga: Penting! Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan saat akan Mudik
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia