Suara.com - Penelitian baru dari American Heart Association (AHA) telah menemukan hubungan potensial antara pradiabetes dan serangan jantung.
Lembaga nirlaba kesehatan kardiovaskular menerbitkan rilis berita tentang temuan "awal" pada hari Senin, 16 Mei, dan mencatat bahwa makalah lengkap akan diterbitkan dalam jurnal peer-review dalam waktu dekat.
“Pradiabetes, jika tidak diobati, dapat berdampak signifikan pada kesehatan dan dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2, yang diketahui meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular,” kata Dr. Akhil Jain, peneliti AHA dan dokter residen di Mercy Catholic Medical Center di Darby, Pensylvania.
Jain mengatakan dalam rilis berita bahwa AHA "berfokus pada mendefinisikan faktor risiko" untuk orang dewasa muda, "sehingga pedoman ilmiah dan kebijakan kesehatan di masa depan mungkin lebih mampu mengatasi risiko penyakit kardiovaskular dalam kaitannya dengan pradiabetes."
AHA menganalisis catatan kesehatan dari National Inpatient Sample – database rawat inap umum. Para peneliti dilaporkan menemukan bahwa 7,8 juta rawat inap serangan jantung dari 2018 terkait dengan orang dewasa muda antara usia 18 dan 44 tahun.
Orang dewasa muda pradiabetes, 1,7 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena serangan jantung dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang non-prediabetik , menurut penelitian AHA.
Catatan rumah sakit rawat inap yang dianalisis AHA juga menemukan bahwa 68,1 persen pasien dewasa muda pradiabetes memiliki kolesterol tinggi dan 48,9 persen dianggap obesitas. Namun, tidak ada "insiden lebih tinggi" yang dapat diamati dari serangan jantung atau stroke.
Pria kulit hitam, Hispanik, dan Kepulauan Asia/Pasifik yang dianggap pradiabetes dan dalam rentang usia dewasa muda "lebih mungkin" dirawat di rumah sakit karena serangan jantung, menurut AHA.
AHA melaporkan bahwa sekitar 88 juta orang dewasa Amerika adalah pradiabetes, dan diperkirakan 29 juta berada di bawah usia 45 tahun.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Awal Serangan Jantung yang Jarang Diketahui
Risiko pradiabetes dan serangan jantung biasanya dapat diturunkan dengan "perubahan gaya hidup", termasuk penurunan berat badan dan olahraga, menurut AHA.
Dalam sebuah pernyataan, Jain mengatakan itu "penting untuk meningkatkan kesadaran" tentang pemeriksaan pradiabetes dan pemeriksaan kesehatan untuk orang dewasa muda karena dapat membantu "mencegah atau menunda" perkembangan diabetes tipe 2, serangan jantung dan kejadian kardiovaskular terkait lainnya.
“Studi kami harus dipertimbangkan sebagai dasar untuk penelitian masa depan untuk secara jelas menetapkan beban penyakit jantung pada orang dewasa muda dengan pradiabetes, mengingat prevalensi pradiabetes hampir sepertiga orang dewasa di AS,” katanya.
Fox News Digital sebelumnya membagikan 10 makanan yang direkomendasikan para ahli nutrisi untuk mendukung kesehatan jantung, yang meliputi alpukat, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Untuk membaca daftar lengkapnya, klik di sini: Ini adalah makanan terbaik untuk jantung Anda, kata para ahli.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta