Suara.com - Kanker adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, bertanggung jawab atas hampir 10 juta kematian pada tahun 2020. Demkikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
Ini adalah penyakit kronis yang terkait dengan perkembangan sel abnormal yang dapat menyebar tak terkendali ke berbagai organ atau jaringan di tubuh.
Namun, kanker dapat diobati jika didiagnosis sejak dini. Oleh karena itu, seseorang harus memilih pemeriksaan rutin dan harus waspada terhadap tanda dan gejala yang dapat mengindikasikan kanker.
Karena itu, kanker dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi kesehatan lainnya yang pada gilirannya dapat menyebabkan rasa sakit di berbagai bagian tubuh. Hati-hati dengan tanda khusus di kaki ini!
Menurut American Cancer Society (ACS), kanker tertentu dapat meningkatkan risiko Anda terkena pembekuan darah. Kanker pankreas pada umumnya memiliki kecenderungan untuk mengentalkan darah penderita, mengubahnya menjadi keadaan hiperkoagulasi. Inilah sebabnya mengapa gumpalan darah di kaki terkadang merupakan tanda pertama kanker pankreas, sesuai dengan kesehatan tubuh.
Trombosis Vena Dalam terjadi ketika gumpalan darah, juga dikenal sebagai trombus, terbentuk di satu atau lebih vena dalam di tubuh, terutama kaki.
Gejalanya meliputi:
- Bengkak dan nyeri pada satu kaki, jarang pada kedua kaki
- Kulit memerah dan hangat di sekitar area yang terkena
- Pembengkakan pembuluh darah, keras dan nyeri saat disentuh
Dalam kasus tertentu yang lebih serius, sepotong gumpalan dapat pecah dan berjalan ke paru-paru, menyebabkan nyeri dada dan sesak napas. Ini juga disebut emboli paru atau PE.
Selain pembentukan bekuan darah di dalam tubuh, kanker pankreas juga bisa menyebabkan munculnya gejala lain.
Baca Juga: Risiko Wanita Menopause Alami Kanker Rahim Meningkat, Kenali Gejala-gejalanya
Penyakit kuning, yang menguningnya mata dan kulit, paling umum terjadi pada kanker pankreas, kata Cancer Society. Ini dapat menyebabkan gejala seperti urin gelap, tinja berminyak berwarna terang dan kulit gatal.
Seseorang mungkin mengalami mual dan muntah juga, sementara yang lain menderita penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan nafsu makan yang buruk.
Meski jarang, kanker pankreas juga bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak, yang berujung pada diabetes. Tanda-tandanya termasuk haus dan sering buang air kecil.
Tergantung di mana tumor Anda berada, berapa lama perkembangannya dan seberapa sehat Anda, rencana perawatan Anda akan diputuskan oleh dokter Anda. Beberapa pilihan pengobatan termasuk.
- Pembedahan untuk mengangkat tumor
- Terapi radiasi yang menggunakan energi pancaran tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang membantu menghilangkan sel kanker.
- Imunoterapi adalah pengobatan yang membantu tubuh melawan kanker.
- Terapi yang ditargetkan menyerang gen atau protein tertentu yang membantu pertumbuhan kanker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat