Suara.com - Serangkaian terobosan dalam penelitian kanker selama dekade terakhir telah membantu tingkat kelangsungan hidup tumbuh secara signifikan. Tetapi mencegah penyakit serius ini tetap menjadi titik fokus penting bagi para ilmuwan.
Kebiasaan sehari-hari, seperti menggunakan ponsel bisa berdampak pada risiko kanker. Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel DNA memperoleh kemampuan untuk berkembang biak dan menjadi jahat.
Penyakit kanker ini memiliki banyak penyebab, tetapi banyak yang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, para peneliti menemukan paparan cahaya biru luar ruangan tingkat tinggi di malam hari dapat meningkatkan risiko kanker prostat dua kali lipat.
Cahaya biru diyakini paling merusak kesehatan manusia karena intensitasnya. Cahaya biru ini memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada cahaya lain dalam spektrum yang terlihat, yang berarti memancarkan lebih banyak energi daripada cahaya tampak lainnya.
Menurut Dokter Deborah Lee, dari Dr Fox Online, sebuah penelitian Spanyol tahun 2020 memberikan bukti lebih lanjut tentang efek merugikan dari cahaya biru pada kesehatan kita.
"661 pasien kanker usus dibandingkan dengan 1.322 kontrol. Para penulis menghitung menggunakan data paparan buatan pada malam hari dari pemantauan satelit, bahwa paparan cahaya biru meningkatkan risiko kanker usus hingga 60 persen," kata Deborah Lee dikutip dari Express.
Cahaya biru telah dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker lain, seperti kanker payudara dan prostat. Pekerja shift yang terlambat berada pada peningkatan risiko kanker payudara.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan cahaya biru memiliki efek domino pada beberapa mekanisme biologis dalam tubuh, seperti produksi melatonin.
Baca Juga: WHO Peringatkan Soal Penyebaran dan Gejala Serius Cacar Monyet
Pengekangan melatonin secara langsung berdampak pada ritme sirkadian. Para ahli sendiri telah lama menyoroti pentingnya mengatasi ritme sirkadian dalam studi tentang kanker.
"Cahaya biru bisa mencegah pelepasan hormon tidur melatonin. Melatonin melakukan lebih dari sekadar menginduksi tidur, ”jelas Dokter Lee.
Padahal hormon melatonin ini berfungsi mengatur ritme sirkadian yang merupakan seperangkat sistem internal yang mendikte perubahan fisik, mental dan perilaku yang mengikuti siklus 24 jam.
Karena sistem internal ini terkait erat dengan jalur yang terlibat dalam homeostasis dan metabolisme, gangguan pada jam tidur bisa memicu timbul dan perkembangan kanker.
Oleh karena itu, menghindari penggunaan ponsel larut malam mungkin diperlukan untuk menjaga keteraturan dalam jam internal tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?