Suara.com - Pasangan Ria Ricis dan Teuku Ryan sedang mempersiapkan kelahiran anak pertamanya. Menjelang kelahiran Ria Ricis juga sudah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut anak pertamanya ini.
Baru-baru ini dalam video vlog yang diunggah di youtube pribadinya, Sabtu (25/06/2022) Ricis melakukan simulasi proses persalinan bersama Teuku Ryan dan kakaknya, Shindy Kurnia Putri Sastromartodjo.
“Guys jadi yang baru nonton ini adalah simulasi lahiran ya,” ucap Shindy.
Proses simulasi yang dilakukan juga membuat cerita kalau Shindy menjadi dokter persalinan Ricis nanti. Sesekali juga tampak Ricis yang bercanda dalam simulasi tersebut.
Tidak hanya itu, dalam vlog tersebut Ricis juga mengatakan, ia sudah sering latihan dalam proses persalinan. Ia juga mengaku kalau tidak sabar menantikan anak pertamanya itu. Ricis juga berharap kelahiran anak pertamanya itu dapat dilakukan secara normal.
Seperti yang diketahui, proses persalinan normal sendiri membutuhkan persiapan yang cukup banyak agar lancar saat hari melahirkan. Biasanya seorang ibu akan melakukan berbagai hal agar persalinan menjadi mudah.
Mulai dari olahraga, mengatur pola makan, dan hal-hal lain perlu dilakukan demi kelancaran proses persalinan. Melansir laman Todaysparent, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan ibu agar proses melahirkan mudah dan lancar.
Pilih dokter, bidan, atau pengasuh yang tepat
Sosok yang membantu proses persalinan rupanya juga penting untuk dipikirkan dengan matang. Hal ini karena dokter, bidan, ataupun pengasuh sangat berpengaruh dalam proses persalinan.
Baca Juga: Daftar Olahraga Aman untuk Ibu Hamil Trimester 1, Bisa Lakukan 5 Hal Ini
Carilah sosok yang memliki pengetahuan dan informasi cukup untuk membantu proses persalinan.Tidak hanya itu, sosok yang membantu itu harus menjadi komunikator yang baik. Hal ini dapat membantu ibu untuk konsultasi terkait proses persalinan nanti.
Tidak hanya itu, dokter, bidan, ataupun pengasuh yang baik juga akan membuat ibu lebih tenang dan nyaman saat proses persalinan.
Konsumsi makanan yang baik
Makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi kelancaran proses persalinan. Oleh karena itu, asupan yang masuk untuk ibu sebelum melahirkan penting untuk diperhatikan.
Diketahui mengonsumsi makanan cukup protein, sayur, dan kadar gula yang rendah dapat membantu kelancaran proses persalinan.
Tidak hanya iti, berdasarkan penelitian Journal of Obstetrics and Gynaecology, peneliti menemukan, mengonsumsi enam kurma sehari selama empat minggu akhir kehamilan dalam membantu melancarkan proses persalinan.
Selain itu, mengonsumsi kurma juga menurunkan risiko perlunya oksitosin (perangsang kontraksi) saat proses persalinan.
Menjaga fisik tetap bugar
Ibu hamil harus tetap menjaga fisiknya tetap bugar, apalagi mendekati waktu persalinan. Fisik yang bugar juga akan membantu meningkatkan stamina dan suasana hati menjadi baik. Hal tersebut akan sangat membantu saat proses persalinan.
Ibu hamil dalam melakukan jalan santai, berenang, atau yoga setiap harinya. Yoga juga dapat membantu mengurangi ketegangan pada bagian panggul dan punggung bawah. Selain itu, yoga dan olah raga lain dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang serta membantu pernapasan.
Pertimbangkan rencana kelahiran
Menyiapkan rencana kelahiran juga menjadi hal yang penting sebelum waktu melahirkan tiba. Hal ini dapat konsultasi dengan dokter, bidan, atau pengasuh yang membantu proses persalinan. Dengan begitu, ibu bisa berkonsulasi hal apa yang membuatnya nyaman saat proses persalinan tiba.
Dokter juga bisa menjelaskan berbagai hal yang harus dihindari saat proses persalinan. Perencanaan ini membantu agar proses persalinan menjadi lebih mudah dan lancar.
Ikuti kelas latihan melahirkan
Saat ini banyak kelas untuk latihan melahirkan. Kelas ini akan membantu ibu mendapatkan informasi dan edukasi mengenai proses persalinan. Tidak hanya itu, kelas ini juga dapat membantu menjelaskan pertanyaan-pertanyaan ibu yang masih kurang paham mengenai proses persalinan.
Tetap usaha agar tubuh bergerak
Membuat tubuh bergerak akan membantu proses persalinan. Bahkan, ketika berada di tempat tidur, usahakan agar tidak selalu berada pada posisi yang sama, misalnya dengan memiringkan badan. Coba juga melakukan pijatan yang dapat membantu tubuh menjadi lebih nyaman.
Tag
Berita Terkait
-
5 Model Sepatu Terbaik untuk Ibu Hamil, Nyaman dan Minim Risiko
-
Selamat, Nina Zatulini Melahirkan Anak Keempat
-
Billy Akan Bawa Anaknya ke Makam, Kenalkan ke Olga Syahputra
-
Tak Diizinkan Jenguk Bayinya, Anrez Adelio Bongkar Chat dari Icel: Gak Butuh Nikah, Hukum Berjalan!
-
6 Rekomendasi Sunscreen Lokal Bumil Friendly: Aman, Nyaman, dan Lindungi Kulit dari Melasma
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD