Suara.com - Terinfeksi Covid-19 berulang kali tidak akan meningkatkan kekebalan terhadap infeksi SARS-CoV-2. Sebaliknya, mereka justru rentan terkena long Covid.
Dalam peringatan baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa teori tentang infeksi Covid-19 yang pernah dialami meningkatkan kekebalan dan membantu mereka melawan virus corona mungkin tidak begitu benar.
Menurut utusan khusus WHO untuk Covid-19, David Nabarro, infeksi Covid-19 berulang justru dapat meningkatkan risiko penderita terkena long Covid.
"Mengidap Covid-19 berkali-kali tidak membangun resistensi atau kekebalan karena virusnya selalu berubah," kata Narrabo.
Lebih lanjut lagi, dia menambahkan bahwa semakin banyak yang tertular virus, risiko long Covid-19 meningkat.
"Semakin sering Anda mengalaminya, semakin besar kemungkinan Anda tidak beruntung dan berakhir dengan long Covid, yang tidak diinginkan oleh siapa pun karena bisa sangat serius," lanjutnya, dilansir The Health Site.
Apa itu long Covid?
Long Covid merupakan komplikasi kesehatan yang dialami penyintas infeksi virus corona, bahkan setelah ia sudah sembuh dari penyakitnya.
Kondisi long Covid dapat berkisar dari gejala ringan hingga sedang, dan sebagian besar merupakan masalah kesehatan berkelanjutan yang dialami seseorang setelah pertama kali terinfeksi SARS-CoV-2.
Baca Juga: Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid
Gejalanya bisa berupa kabut otak atau sulit berkonsentrasi, sakit kepala terus menerus, insomnia atau sulit tidur, pusing saat berdiri, kehilangan bau dan rasa, hingga depresi atau kecemasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui