Suara.com - Kebutuhan mandi bagi bayi baru lahir yang berusinkurang dari 30 hari berbeda dengan anak-anak maupun orang dewasa. Terutama bagi bayi yang berat badan lahir rendah (BBLR) dalam artian kurang dari 2,5 kg.
Dokter spesialis anak dr. Cynthia Centauri, Sp.A., menyarankan, bayi yang BBLR sebaiknya tidak perlu langsung dimandikan demgan air. Melainkan cukup dilap dengan kain basah yang hangat.
"Bayi BBLR itu mudah mengalami hipotermia atau suhunya rendah, kedinginan. Karena suhu normal bayi antara 36,5 sampai 37,5 jadi kalau bayi yang kecil ini kedinginan akan mudah mengalami kondisi yang serius," kata dokter Cynthia dalam webinar RS Universitas Indonesia beberapa waktu lalu.
Kondisi serius yang dimaksud berupa tiba-tiba tubuhnya membiru, bayi henti nafas, hingga kejang. Dokter Chynthia menyampaikan bahwa hipotermia menjadi musuh nomor 1 pada bayi baru lahir yang BBLR. Oleh sebab itu, bayi dengan BBLR harus selalu dalam kondisi hangat.
Saat membersihkan badan bayi BBLR dengan lap juga ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Terpenting, kata dokter Cynthia, jangan terlalu lama membiarkan bayi telanjang apalagi jika di dalam ruangan ber-AC.
"Enggak boleh menyalakan AC kalau melap bayi kita lakukan di kamar. Lalu gunakanlah air yang hangat dan segera lakukan dengan cepat. Jadi jangan kelamaan, nanti bayi cepat kedinginan," jelasnya.
Metode seperti itu cukup dilakukan hingga berat badan bayi bisa di atas 2,5 kg. Sebab, saat berat bayi sudah normal, cadangan lemak dalam tubuhnya telah cukup. Sehingga tidak lagi mudah kedinginan. Bahkan dimandingan langsung dengan air lebih dianjurkan.
"Karena Indonesia iklimnya tropis, mudah kepanasan dan kalau berkeringat atau kondisinya enggak bersih justru mudah sekali kuman nempel lalu menyebabkan infeksi, terutama pada kulit kalau tidak mandi dengan bersih," tuturnya.
Bayi yang sudah memiliki berat badan normal atau sejak lahir di atas 2,5 kg boleh dimandikan 1-2 kali sehari. Dokter Cynthia mengingatkan agar selalu memandikan bayi dengan air hangat atau suhu suam-suam kuku sehingga mirip dengan suhu tubuh bayi antara 36,5 sampai 37,5 derajat celcius.
Baca Juga: Masukin Tahun Ajaran Baru, Anak Sekolah Diharapkan Sudah Divaksin COVID-19
Berita Terkait
-
IDAI Kritik Susu Formula di Program MBG, Pangan Lokal Lebih Efektif
-
Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!