Suara.com - Di momen perayaan Hari Anak Nasional 2022, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual pada anak di lingkungan pendidikan.
Retno mengaku miris dengan kenyataan fasilitas pendidikan jadi 'neraka' bagi anak-anak, alih-alih menjadi tempat yang aman untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Ia mendapat laporan, per Januari hingga Juli 2022 tercatat ada 12 kasus kekerasan seksual yang terjadi di 3 sekolah, atau 25 persen kasus terjadi di sekolah di bawah Kemendikbud Ristek.
Sisanya 75 persen atau 9 kasus kekerasan seksual terjadi di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama RI.
Catatan tersebut merupakan hasil pemantauannya di media massa, berdasarkan kasus keluarga korban sudah melaporkannya ke pihak kepolisian.
Komisioner KPAI yang juga telah lama berkecimpung di dunia pendidikan itu meyakini bahwa lemahnya sistem pengawasan dan pengaduan, membuat pelaku memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan kejahatan seksual kepada anak-anak.
"Sebagai contoh di lingkungan pendidikan, terutama lembaga pendidikan yang menerapkan sistem asrama. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa lembaga pendidikan yang menerapkan sistem asrama menjadi 'lahan basah' bagi mereka untuk melancarkan aksinya," ujar Retno dalam acara seminar parenting Generos dalam rangka Hari Anak Nasional, melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (23/7/2022).
Ia juga mengungkap, bagaimana sekolah dengan asrama yang melarang siswanya membawa ponsel dan keluar asrama selain di hari libur, membuat anak tidak bisa terkoneksi dengan orangtuanya maupun dunia luar.
Sehingga kata Retno, anak akan lebih sulit berani bicara saat mendapatkan kekerasan. Apalagi anak juga jadi lebih takut karena mendapat ancaman pelaku, yang seorang petinggi di lembaga pendidikan tersebut.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2022, Ganjar: Jaga dan Lindungi Anak Kita dari Bullying
"Dengan adanya kesempatan ini maka pelaku dapat dengan leluasa melancarkan aksi kejinya," tutup Retno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?