Health / Women
Senin, 08 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Seorang perempuan sedang menggenggam alat kontrasepsi spiral (Shutterstock).

Suara.com - Banyak orang menggunakan alat kontrasepsi IUD tembaga atau spiral karena tingkat efektivitas yang tinggi, yakni 99,9 persen. Alat ini juga tidak mengandung hormon.

Meski efektivitasnya tinggi, masih ada potensi 0,1 persen gagal. Inilah yang terjadi pada seorang wanita bernama Erin Chack asal Amerika.

Sang dokter meyakinkannyanya bahwa alat kontrasepsi IUD sangat efektif dan sesuai dengan permintaan Erin.

Saat pemasangan Erin pun lancar. Seorang perawat yang memasangkan perangkat logam berbentuk T itu ke rahimnya mengatakan bahwa ia adalah satu-satunya pasien yang tidak berteriak.

Pada 28 hari setelahnya, Erin mulai haid dan darahnya sangat deras. Ia juga mengalami kram perut yang menyakitkan.

Ilustrasi alat kontrasepsi spiral. (Shutterstock)

"Saya berdarah begitu banyak sehingga tidak bisa tidur sepanjang malam tanpa bocor ke seprai dan kasur," kata Erin, dikutip Insider.

Hal itu juga terjadi di siang hari ketika ia bekerja, hingga ia harus memesan menstrual cup khusus dan memakai celana dalam yang bisa menyerap darah menstruasi.

Namun, ternyata itu tidak cukup. Darahnya tetap bocor ke celananya.

Tetapi Erin menganggap hal itu sebagai 'bayaran' yang sepadan karena ia tidak perlu hamil setelah menggunakan IUD.

Baca Juga: Punya 13 Anak, Ibu Ini Mengaku Tak Mempan dengan Alat Kontrasepsi

"Ya, 7 hari setiap bulan saya berdarah begitu banyak sehingga saya hampir tidak bisa menjalani hidup, tetapi setidaknya saya tidak perlu khawatir hamil," sambungnya.

Tiga tahun setelah pemasangan IUD, darah menstruasinya menjadi lebih sedikit. Dokter kandungannya juga menduga kemungkinan tubuhnya sudah mulai menyesuaikan diri dengan IUD.

Ternyata kenyataannya tidak demikian, pendarahan ringan tersebut adalah pendarahan implantasi. Saat memeriksakan diri, Erin sudah hamil 5 minggu.

Karena sedari awal Erin memang tidak ingin hamil, ia pun menggugurkannya.

"Saya minum beberapa pil dan satu jam kemudian saya mulai berdarah," kisahnya.

Memang, tidak ada pilihan alat kontrasepsi yang 100 persen efektif. Bahkan, untuk IUD pun, masih ada kemungkinan untuk hamil seperti yang terjadi pada Erin.

Load More